Hari mangrove sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem diperingati setiap 26 Juli. Penetapan hari tersebut sesuai dengan keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam konferensi Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan dunia (UNESCO) yang diselenggarakan pada 2015 lalu.
Pada momen tersebut, Indonesia patut berbangga, karena Kebun Raya Mangrove (KRM) pertama akan diresmikan di Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur pada 23 Juli 2023, oleh Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarno Putri sekaligus, sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya diklaim menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia.
Mulanya, wilayah pesisir utara Surabaya, yang kini akan diresmikan menjadi kebun raya mangrove adalah berstatus sebagai Wana Wisata Mangrove Gunung Anyar yang hanya memiliki luas 2,9 hektar hingga akhirnya dinaikkan statusnya menjadi kebun raya.
Saat ini, Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya memiliki luas 27 hektar, meliputi mangrove Wonorejo, mangrove Medokan Sawah, dan mangrove Gunung Anyar. Rumah untuk 57 spesies tanaman mangrove dan 28 jenis burung.
Fungsi Kebun Raya Mangrove
Pengertian kebun raya berdasarkan Peraturan Presiden nomor 93 Tahun 2011 adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex- situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan
Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar memiliki koleksi 57 spesies tanaman mangrove atau bakau dan 3 spesies sedang dieksplorasi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan jika terdapat spesies mangrove yang berada di tempat lain, tetapi di KRM Surabaya tidak ada, maka akan dicoba untuk di tanam di KRM Surabaya, agar koleksinya semakin lengkap.
“Sehingga kebun raya ini semakin sempurna dengan semua jenis mangrove yang ada di Indonesia dan luar negeri juga,” ucap Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya saat meresmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya.
- Fungsi Pemeliharaan
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 di atas maka fungsi Kebun Raya Gunung Anyar, yakni untuk konservasi ex-situ yang merupakan upaya menjaga dan memperbanyak (mengembang biakkan) jenis tumbuhan serta satwa di luar habitatnya dengan cara pengumpulan jenis. Selain itu, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga memiliki fungsi yang berkaitan dengan pemeliharaan dan budidaya.
Nantinya, ekosistem konservasi ex-situ dibuat semirip mungkin seperti ekosistem atau habitat aslinya. Tujuannya adalah untuk menyiapkan cadangan penting dan sumber perbanyakan dalam rangka reintroduksi jenis dan restorasi ekosistem, perbaikan mutu genetik tanaman budidaya, serta pengembangan potensi komersial tanaman
2. Fungsi Edukasi
Kebun raya menyimpan sejuta informasi dan pengetahuan tentang spesies flora dan fauna yang menghuninya. Sehingga kebun raya mangrove memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan dan penelitian mengenai botani, konservasi, dan ekosistem mangrove atau bakau.
3. Fungsi Ekowisata
Sebagai tempat konservasi buatan atau ex-situ, kebun raya selain menjadi tempat edukasi juga berperan sebagai tempat wisata khususnya wisata edukasi botani.Apalagi Kebun Raya Mangrove yang berdekatan dengan pantai memberikan sensasi wisata yang menyegarkan dan hijau.
4. Fungsi Ekologi
Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai sabuk hijau (green belt) sekaligus dinding laut (sea wall). Sabuk hijau memiliki peranan sebagai ruang terbuka hijau yang memiliki tujuan sebagai pembatas aktivitas manusia seperti pembangunan, industrialisasi, dan pemukiman dengan kegiatan lainnya dalam hal ini wilayah pesisir laut dari ancaman abrasi dan tsunami sekaligus sebagai dinding laut alami.
Selain itu, sabuk hijau mangrove berperan dalam mengurangi polusi udara sehingga menurunkan suhu lingkungan, apalagi seperti Kota Surabaya yang terkenal panas. Berperan sebagai ruang terbuka hijau kota. Ekosistem mangrove juga sebagai tempat perkembangbiakan satwa dan juga tumbuhan yang hidup di daerah tersebut. Fungsi biologis ini dipengaruhi oleh komponen abiotik yang ada di lingkungan sekitarnya. Begitu pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan makhluk hidup didalamnya.
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Reno Eza Mahen