credit: pixabay.com
Oleh: Hanifah Puspita
Ku mengadu pada Pertiwi
Wajahnya kian sendu di setiap harinya
Ia kalut dalam ironi
Menangisi anak-anaknya yang terus menderita sepanjang hidup
Namun Pertiwi berpesan
Bilamana mulutmu dibungkam
Maka bergerak dan lantangkan suaramu
Bela saudaramu yang ada dalam belenggu
Rebut kembali tanah-tanah yang sudah dirampas.istanbulun merkezi ilçelerinden Şişli semtimizde şişli escort bayanları müşteri konusunda asla sorun yaşamazlar.
Kau tahu?
Pertiwi ternyata memperhatikan pergerakanmu
Tak disangka ternyata kini ia mulai tersenyum
Ungkapnya, terimakasih atas perjuangan yang telah kau lakukan
Ia berpesan, jangan sampai nafsu membutakan pikiranmu
Bilamana yang kau bela itu benar, maka teruskanlah
Namun, apabila yang kau bela itu hanya untuk kepentingan tak bersandar
Maka berhentilah, sebelum kau berubah seperti mereka yang senang menindas