Sumber Gambar: Kasubbag Sarpras FST

Gudang Bengkel Mekanik Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, Kampus C Mulyorejo, terbakar pada Senin malam, (15/9). Api mulai berkobar sekitar pukul 22.00 WIB.

Terbakarnya gudang Bengkel Mekanik Fisika baru diketahui setelah penjaga pos keamanan FST mendengar dentuman keras. “Awalnya teman-teman waker (satpam) FST mengira suara ban mobil pimpinan meletus, tapi ternyata asap keluar dari bengkel,” jelas Cuk Prasetyo, Kepala Subbagian Sarana dan Prasarana (Kasubbag Sarpras) FST. Para satpam sontak berusaha memadamkan api dengan tujuh buah tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR)—hanya ada satu yang berada di dalam bengkel dan enam lainnya dari gedung utama FST. Saat ditemui, LPM Mercusuar mendapati salah satu tabung APAR telah kedaluwarsa sejak 28 Maret 2025.

Tak sanggup memadamkan kobaran api dengan tujuh tabung APAR, satpam FST berkoordinasi dengan satpam universitas. Mereka kemudian meminta bantuan pemadam kebakaran dari Mulyorejo, Menur, dan Pasar Turi. “Ada sekitar 11 armada yang dikerahkan,” ujar Kasubbag Sarpras. Api baru bisa dikendalikan setelah satu setengah jam. Menurut penuturan Kasubbag Sarpras, tidak ada hydrant di lokasi bengkel mekanik. 

Penyebab kebakaran masih belum diketahui. “Kami masih menunggu hasil identifikasi dari Laboratorium Forensik Polrestabes Surabaya,” ujar Kasubbag Sarpras FST. Cuk Prasetyo menyebut tidak ada bahan mudah terbakar di bengkel, hanya peralatan seperti mesin bubut. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Bengkel mekanik sementara ditutup oleh kepolisian bersama FST. Kerugian belum dapat ditaksir, dan saat kejadian tidak ada aktivitas mahasiswa di lokasi.

Penulis: Fal

Editor: Annisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *