Bulan-bulan ini, hampir seluruh prodi di UNAIR sedang menyelenggarakan ospek jurusan. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Departemen Studi Kejepangan atau kerap disebut Niseikai yang juga tengah menyelenggarakan osjur yang mereka sebut sebagai Nakayoshi

Nakayoshi ini merupakan salah satu program kerja tahunan dari Niseikai. Kegiatan ini paling dinanti bagi mahasiswa lama untuk mendaftar kepanitiaan. Nakayoshi 2023 hadir dengan tema Shinsekai no Iro yang berarti warna dunia baru. Dilaksanakan selama empat kali pertemuan setiap hari sabtu sepanjang bulan September. Dimulai pada tanggal 9 September sebagai hari pertama, kemudian dilanjut tanggal 16, 23 serta akan ditutup pada tanggal 30 September nanti.

Yang menjadi buah bibir pada Nakayoshi tahun ini adalah di hari kedua yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2023, mahasiswa baru Studi Kejepangan diwajibkan cosplay sebagai dresscode mereka dalam menjalani rangkaian kegiatan Nakayoshi di hari itu. Peraturan inilah yang mendapat respon luar biasa dari maba sendiri hingga orang luar Studi Kejepangan yang mengetahui kabar ini. Respon yang datang pun juga beragam. Ada yang sangat senang dengan aturan ini dan tidak sabar menantikan Nakayoshi. Ada pula respon negatif karena tidak suka atau merasa keberatan akan aturan unik ini. Tak hanya itu, dari pihak eksternal pun juga turut memberi respon positif dan negatif. Ada yang ingin datang untuk sekedar melihat acara ini, hingga ada warganet pengguna Twitter yang ingin mengikuti Nakayoshi dengan cosplay padahal ia bukan mahasiswa baru Studi Kejepangan. 

Ketua pelaksana Nakayoshi 2023 sendiri menjelaskan alasannya terkait aturan cosplay ini sendiri yang dimaksudkan untuk membuat terobosan baru dibandingkan Nakayoshi di tahun-tahun sebelumnya. 

“Kami sebagai panitia ingin membuat terobosan baru, yang mana ini mengangkat budaya populer Jepang sebagai wadah awal bagi mahasiswa baru untuk memperdalam studi budaya Jepang” tutur Abiyyah Taufiqatul ‘Ula selaku ketua pelaksana dari Nakayoshi 2023. 

Selain itu, ia juga menuturkan bagaimana panitia menghadapi respon berbagai pihak dari adanya aturan ini. Ia menjelaskan bahwa panitia sendiri menilai ini merupakan hal baik yang bisa meningkatkan semangat mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan osjur terlepas dari stereotip bahwa ospek di tingkat universitas maupun fakultas cenderung berat dan ketat.

Panitia juga menekankan agar cosplay yang dimaksud di sini adalah cosplay yang tidak begitu memberatkan maba. Cosplay tidak melulu tentang tokoh anime atau game. Melainkan boleh mengenakan kostum profesi dan lainnya asal tetap sopan dan tidak menyinggung SARA.

Dengan begitu, panitia mengharapkan agar peserta turut antusias mengikuti rangkaian kegiatan Nakayoshi 2023. Benar saja, kegiatan di hari kedua ini yang dilangsungkan di Ruang Siti Parwati Fakultas Ilmu Budaya berjalan dengan lancar diikuti semangat dan antusias peserta. Ditambah lagi kostum yang mereka kenakan cukup unik dan kreatif, menjadi sebuah hiburan tersendiri di kalangan mereka saat melihat satu sama lain mengenakan kostum yang di luar pemikiran orang awam. 

Satu hal menarik yang dijumpai, yakni ada mahasiswa baru yang mengenakan seragam pegawai SPBU lengkap dengan tas pinggang dan topi, ada yang mengenakan jaket pengemudi ojek online, dan berbagai karakter dalam berbagai anime terkenal. 

Penulis: Cahya Surya Laksana Gunawan

Editor: Sri Dwi Aprilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *