Sabtu 17/6 2023 Teater Gapus Surabaya menggelar pentas dramaturgi bertempat di Aula Moh. Hatta, Gedung Ex. Pusat Bahasa Lt. 3, UNAIR Kampus B. Pentas kali ini diadaptasi dari naskah drama karya Putu Wijaya yang berjudul “Dag-Dig-Dug”. Dalam penampilan kali ini, perdana dipentaskan oleh angkatan 2022 Teater Gapus Surabaya Fakultas Ilmu Budaya dan berhasil memukau para penonton.
Jalannya awal penampilan dibuka dengan sambutan dari pimpinan produksi (pimpro) Velina Chandra Azzahra. Kemudian ketua Teater Gapus Surabaya dan dilanjutkan oleh Adnan Guntur selaku alumni mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Pentas yang dibawakan kali ini menjadi ruang bagi mahasiswa angkatan 2022 untuk bereksplorasi dan bereksperimen dalam panggung teater. “Pentas ini itu acara tahunan dari Teater Gapus Surabaya. Pentas ini merupakan pentas laboratorium yaitu pentas yang memang dikhususkan untuk angkatan baru di teater gapus. “Kita memang dibebaskan terjun langsung dan bereksperimen di dalam sebuah pementasan,” ungkap Velina selaku pimpro.
Membawakan drama dari sastrawan terkemuka, Putu Wijaya para pemain dan kru produksi telah berlatih selama berbulan-bulan. Menurut keterangan dari pihak pimpro persiapan dimulai dari pemilihan sutradara dan asisten sutradara. Kemudian menetapkan naskah yang akan dipentaskan dan membedah naskah tersebut. Setelah itu proses casting para aktor dan menetapkan siapa saja yang akan mendapat peran. Yang terpenting setelah casting ini adalah membedah kembali naskah bersama para aktor hingga kemudian reading dan belajar pemanggungan. Proses yang panjang tersebut membuahkan hasil gelak tawa para penonton di tengah penampilan dan di akhir cerita tepuk tangan meriah menjadi penutup pentas malam ini.
“Penantian selama 3 bulan 4 bulan latihan terbayarkan dengan lega juga sangat berterima kasih kepada para penonton yang telah datang dan memberi antusias yang sangat tidak terduga ke aku dan juga teman-teman lain,” ujar Ikbar salah satu aktor yang memainkan peran Suami dalam drama ini.
Penonton yang antusias juga memberikan kesan pada pentas kali ini, “Terbawa alur cerita di dalamnya, ikut greget dengan lakon suami-istri serta merasa bangga dengan Cokro. Stresinizi atmak istiyorsanız istanbul escort numaraları burada. Terharu dan bangga kepada teman-teman sefakultas. Merasakan pengalaman baru,” ujar dari salah satu penonton.
Sebagai penutup Velina memberikan pesan di balik drama “Dag-Dig-Dug”. “Pesan dari naskah Dag- Dig-Dug adalah sebagai insan di dunia tak selayaknya kita mengukur sesuatu dari harta dan kekayaan saja. hal-hal materi itulah kadang membutakan kita dan membawa kepada malapetaka dan boomerang bagi diri kita sendiri”.
Penulis: Savina Rizky Hamida
Editor: Daffa Amelia Yasa