Pemuda Berprestasi Bangkitkan Pertanian Bangsa

Pemuda yang berasal dari Sumatera Utara ini terlihat seperti pemuda pada umumnya. Namun siapa sangka, pria kelahiran Tanjung Morawa 21 tahun silam itu memiliki segudang prestasi dan semangat yang pantas untuk dibanggakan. Begitulah sosok Muhammad Dava Warsyahdhana, pendiri Kita Pertanian dan Filosofi Padi, sebuah platform yang membantu kemajuan dunia pertanian serta penemu minuman probiotik yang telah diakui dunia internasional.

Dava, sapaan akrabnya, saat ini ia sedang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Berawal dari keresahan terhadap dunia pertanian yang kerap kali tidak mendapat perhatian lebih menjadi alasan Dava menekuni jurusan pertanian. Baginya, Indonesia tidak kalah penting posisinya di mata dunia dalam pertanian.

Semasa menjadi mahasiswa pertanian, Dava telah aktif dalam setiap kegiatan nasional hingga internasional dan berhasil mendapat penghargaan di setiap kegiatan. Beberapa kegiatan yang telah ia ikuti diantaranya Juara 1 Pekan Ilmiah Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) 2018 di IPB Bogor, Juara 2 Pekan Ilmiah Sriwijaya (PIS) 2018 di UNSRI Palembang, Juara 3 Business Plan Competition (BPC) 2019 di UNAND Padang, Juara 1 Tanjungpura Medical Scientific Competition (TMSC) 2019 di UNTAN Pontianak, Silver Medal International Festival of Innovation On Green Technology (I-FINOG) 2019 di Universiti Pahang Malaysia, Gold Medal World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, First Grade Excellent World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, hingga Special Award From Asia Invention Creativity World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul.

Saat ini, pencapaian terbaik yang layak dibanggakan dari Dava yaitu Gajura SPD. Gajura SPD merupakan produk minuman probiotik hasil fermentasi susu kerbau yang ditambahkan daun stevia. Produk itu berhasil mendapat 3 penghargaan sekaligus di World Invention and Inovation Contest (WIC) Seoul, Korea Selatan. Gajura SPD layak diminum bagi penderita diabetes sebab menggunakan daun stevia sebagai pemanis sehingga menjadi nilai lebih penemuan ini apabila dibandingkan dengan minuman probiotik lainnya.

Penamaan Gajura SPD diambil dari nama tempat tinggal Dava, yaitu Galang Tanjung Morawa, sedangkan SPD kependekan dari Serum Probiotik Drink. Penemuan ini berawal dari keresahannya terhadap potensi sumber daya alam yang melimpah namun harganya sangat murah.

Melalui penemuannya, Dava berhasil mewujudkan mimpi dan memberikan kontribusi untuk daerahnya. Dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

 “Mulai dari hal terkecil dan terdekat, yaitu rumah kita. Maka Insyaallah Allah akan meluruskan jalan kita,” tuturnya.

Terbentuk pada tahun 2019, Kita Pertanian dan Filosofi Padi dipeloporinya sebagai platform dan wadah untuk menggabungkan mahasiswa-mahasiswa pertanian agar lebih peduli dan memberikan gerakan nyata untuk peningkatan pertanian Indonesia.

 “Di luar sana, banyak mahasiswa pertanian yang cakap intelektualnya, namun hanya untuk diri sendiri. Di sini Kita Pertanian dan Filosofi Padi hadir agar mahasiswa pertanian yang cakap intelektualnya turut merasakan kehidupan dunia pertanian secara nyata dan memberikan kontribusi ke pertanian,” jelas Dava.

“Kalau kita punya nilai yang berharga bagi diri kita, mari kita jadikan nilai tersebut untuk mengajak orang lain agar menjadi lebih berharga untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Bagi Dava petani merupakan penyangga bergeraknya roda kehidupan bangsa dan investasi masa depan. Tidak lagi untuk mengatakan bahwa petani itu tidak penting dan dipandang sebelah mata.

 “Jadikan apa yang kita dapat hari ini, semua ini sementara, dan akan tergantikan maka berjanji dalam diri untuk memberikan manfaat meneruskan kebermanfaatan. Sebab sejatinya setiap masa ada orangnya maka ketika kita ada pada masa ini carilah penerus untuk menyebarkan kebermanfaatan,” pungkasnya.

Penulis: Timotius Dwiki
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *