Surabaya, (16/7) – Balai Kota Surabaya menjadi saksi dari semangat dan kegembiraan mahasiswa dalam perayaan Festival Yosakoi tahunan yang berlangsung meriah. Acara ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Kochi.
Festival Yosakoi yang berasal dari Kochi, Jepang, adalah sebuah acara tari tradisional yang mencerminkan semangat dan kebersamaan dalam menyambut musim semi. Tarian ini berasal dari pertunjukan tari bernama “Yosakoi Naruko Odori” yang diciptakan pada tahun 1954 untuk menyemangati masyarakat setelah perang. Sejak itu, Yosakoi menjadi populer di Jepang dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Festival ini terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2019. Akan tetapi, karena adanya Covid-19, kegiatan ini sempat ditiadakan dalam beberapa tahun silam dan kembali diadakan pada tahun 2023. Festival ini telah berhasil menyedot perhatian publik, tak terkecuali para mahasiswa yang turut ambil bagian dalam perhelatan tersebut. Berbagai gerakan yang energetik, warna-warni kostum, serta keseruan tari Yosakoi berhasil menghiasi gelaran Festival Yosakoi di Balai Kota Surabaya.
Festival Yosakoi di Balai Kota Surabaya bukan hanya sekedar ajang kompetisi tari semata, namun juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperkuat semangat berkomunitas dan berkolaborasi. Para peserta menunjukkan kerjasama yang baik dalam menyusun koreografi yang menarik serta melatih kekompakan tim. Persiapan yang panjang dan melelahkan tersebut tak lepas dari semangat juang dan dedikasi yang tinggi dari para beylikdüzü escort peserta.
Tahun ini, Universitas Airlangga diwakili oleh tim Niseikai Yosakoi dari Departemen Studi Kejepangan menampilkan koreografi yang unik dan bersemangat. Melalui gerakan tari yang dinamis, irama musik yang memukau, serta kostum yang penuh warna, penampilan tim Niseikai Yosakoi berhasil memukau para penonton yang hadir. Niseikai Yosakoi tampil dengan formasi yang teratur dan penuh energi, menggambarkan semangat dari perguruan tinggi yang mereka wakili, yaitu Universitas Airlangga.
Kehadiran tim Niseikai Yosakoi pada Festival Yosakoi di Balai Kota Surabaya memberikan nuansa yang berbeda dan segar. Dengan semangat tinggi dan kostum seragam yang kesetaraan, para mahasiswa Studi Kejepangan berhasil mencuri perhatian penonton. Tak hanya itu, tim Niseikai Yosakoi bahkan telah melakukan latihan dan persiapan ekstra sejak beberapa bulan sebelumnya untuk menyajikan penampilan terbaik mereka.
Salah satu anggota tim Yosakoi Universitas Airlangga, Nora Almas Aghnia, menyatakan bahwa persiapan untuk festival ini telah dilakukan dengan sungguh-sungguh selama berbulan-bulan. Latihan rutin, pemilihan kostum, dan tata rias yang sempurna menjadi fokus utama mereka demi memberikan penampilan terbaik pada festival ini.
Tidak heran bahwa penampilan mereka berhasil menyita perhatian banyak orang dan mendapat apresiasi yang tinggi dari para penonton. Berbagai reaksi positif terhadap penampilan tim Yosakoi Universitas Airlangga pun terlihat dari gelombang komentar di media sosial, yaitu dengan banyaknya publik yang memuji semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh tim Niseikai Yosakoi.
Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Studi Kejepangan Universitas Airlangga, Lintang Adiluhung, juga mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan oleh tim Yosakoi. Ia berharap bahwa keberhasilan mereka di festival ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di Universitas Airlangga agar dapat terus mengembangkan bakat dan minat mereka dalam seni dan budaya.
Festival Yosakoi menjadi bukti betapa pentingnya kegiatan budaya dalam menunjang perkembangan dan potensi mahasiswa. Tak hanya itu, melalui penampilan pada Festival Yosakoi, diharapkan semangat dan inspirasi dari acara ini akan terus membawa dampak positif dalam perjalanan mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Penulis: Lintang Adiluhung (Kontributor)
Editor: Fira Ila