Usai lolos Pendanaan Program Kapasitas (PPK), Tim UKM Penalaran Universitas Airlangga memperoleh dana dari Kemendikbud-Ristek kepada seluruh tim yang lolos yaitu sekitar 40 juta. Menurut hasil informasi yang dihimpun, dana tersebut digunakan untuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ini, adanya sinergitas dan kolaborasi baik dari kelompok sasaran serta masyarakat desa maupun pemerintah akan selalu dilibatkan dalam proses penyelenggaraan kegiatan pengabdian ini.
Salah satunya adalah Tim PPK Ormawa Penalaran, pada hari Selasa (18/7) mereka telah melakukan audiensi sebagai bentuk kerjasamanya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Samudera Hijau Satu, Kepala Desa Kupang dan Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Samudera Hijau Putri. Nantinya, kegiatan pengabdian Tim PPK Ormawa Penalaran ini akan dilaksanakan selama 5 bulan, mulai dari bulan Juli sampai November dan akan dilaksanakan di Desa Rumput Laut Merah Gracilaria Sp. Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
“Melalui kegiatan audiensi ini, harapannya seluruh elemen bisa saling membantu, mendukung dan bekerjasama aktif dalam upaya pemberdayaan komunitas lokal sehingga nanti produktivitas desa bisa bağcılar escort meningkat. Selain itu, adanya persoalan tersebut juga akan membuat masyarakat sadar akan potensi di desa ini. Apalagi, mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menggandeng elite politik untuk bersama-sama meningkatkan Human Development Index (HDI) sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ujar Izzati selaku Ketua Tim PPK Ormawa UKM Penalaran.
Dirinya mengatakan, audiensi ini bermula dengan adanya sambutan-sambutan oleh pihak Pemda khususnya Kepala Bagian Kerjasama, lalu dilanjut dengan presentasi Ketua Tim sebagai wujud penyampaian maksud, tujuan, permasalahan dan urgensi. Saat memaparkan materi, ia dibantu oleh PIC dari satu-satu program yang sudah digagas. Pada sesi akhir presentasi, Tim PPK Ormawa juga melibatkan peran Pihak Pemerintah Kabupaten beserta dengan OPD untuk mengawasi kegiatan PPK Ormawa Penalaran di Desa Kupang nanti.
Dengan terselenggaranya audiensi ini, MoU dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selaku fasilitator, ada pula Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana berperan untuk memudahkan pengajuan legalitas produk dan koordinasi saat menyelenggarakan event pameran tingkat daerah untuk kegiatan program di Gracilaria Product and Innovation (Grapovition) dan Marketing by Booth Event (Marboth). Tak hanya itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga mempunyai peran menyediakan coach atau pembicara untuk kegiatan di program Gracilaria Marketing (Gracimarket), Pemerintah Desa dan Kelompok Sasaran untuk mempersiapkan Opening Ceremony.
“Tentu, perjalanan menuju Pendanaan sangat panjang. Mulai dari survei sebanyak 3 kali, rapat besar bersama elemen di Ormawa dan melakukan kolaborasi dengan divisi Pengmas UKM Penalaran. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya diikuti oleh Tim Inti yang berjumlah 14 orang saja, tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia lain dari UKM Penalaran sehingga total mahasiswa yang mengikuti sebanyak 38 orang. Karena kegiatan ini bentuk dari kolaborasi, Tim PPK Ormawa UKM Penalaran seringkali melakukan eksperimen produk sebelum pendanaan, tim telah melakukan 3 kali dengan akademisi Gizi FKM UNAIR bernama Miko Ardiansyah. Beliau sangat membantu pada saat eksperimen Diversifikasi Produk, artinya diversifikasi ini termasuk penganekaragaman produk yang sudah ada,” kata Izza menambahkan.
Atas Dasar Bondo Nekat
“Jujur saat itu di satu sisi senang, di satu sisi tidak percaya. Ini atas dasar bondo nekat, dulu waktu penyusunan proposal sangat keterbatasan waktu. Atas dasar bondo nekat ini, aku merasa tim ini kolaboratif dan proporsinya juga berimbang. Benar-benar menghilangkan gap senioritas saling support satu sama lain belajar bersama. Intinya, lolos itu hal yang memang sangat luar biasa,” katanya.
Harapan kedepannya, atas dedikasi selama ini ia menginginkan timnya nanti turut andil dalam partisipasi ajang penghargaan akhir tahun. Dirinya menambahkan bahwa jika sudah melalui proses pendanaan yang sangat panjang akan terasa sayang bilamana tidak ikut dalam ajang awarding nanti. Ia juga menginginkan timnya mendapatkan gold medal dari hasil pengabdian masyarakat ini.
Penulis: Firtian Ramadhani
Editor: Sri Dwi Aprilia