Sumber Gambar : Tim Liputan Khusus LPM Mercusuar

Selasa (10/3), bertempat di Auditorium Ternate Lantai 1 ASEEC Tower, pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Airlangga 2026, Senja-Shintya, menjalani agenda kampanye terakhir dalam Uji Masyarakat Kampus. Acara ini menghadirkan tiga panelis, yakni Astria Okta Herdiani selaku perwakilan dari Airlangga Global Engagement (AGE), Lina Nugraha Rani selaku perwakilan dari Pusat Pengembangan Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA), serta Anggun Zifa Anindia selaku Ketua BEM UNAIR 2025. Berbeda dengan agenda Safari Kampus di hari-hari sebelumnya yang bermaksud mendapati audiens mahasiswa sesuai dengan rumpun fakultas tertentu, Uji Masyarakat Kampus membebaskan seluruh kalangan masyarakat kampus untuk menguji kelayakan paslon dengan mekanisme interaksi yang lebih terbuka.

Bermulanya inti acara Uji Masyarakat Kampus ini ditandai dengan penyampaian pertanyaan oleh para panelis. Astria sebagai panelis pertama menanyakan peran BEM terhadap nasionalisme global, dan Lina sebagai panelis kedua menanyakan program kerja yang berdampak pada permasalahan karir alumni lulusan UNAIR. Menjawab keduanya, paslon Senja-Shintya mengunjukkan posisi BEM UNAIR sebagai mitra kolaborator dengan lembaga terkait, yakni bekerja sama dengan AGE yang mencakup jejaring internasional dalam pembentukan program kerja berbasis conference, serta melibatkan PKKA untuk membantu pengerjaan program kerja Loka Karir Akademia yang telah disiapkan sebelumnya. Sebagai panelis terakhir, Zifa menanyakan bagaimana peran BEM UNAIR dalam mengadvokasikan isu yang melibatkan mahasiswa tanpa harus menunjukkan identitasnya. Ia juga menanyakan langkah konkret paslon untuk memastikan konsistensi fungsionaris dari awal hingga akhir kepengurusan BEM UNAIR. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, paslon merasa harus mampu mentransformasikan nilai-nilai dan menyamakan perspektif visi-misi sebelum menyentuh aspirasi mahasiswa, serta menjadi pemimpin yang tidak terbagi berdasarkan struktur tetapi wewenang terhadap fungsionaris.

Memasuki sesi uji publik, LPM Mercusuar menanyakan tentang langkah selain advokasi yang akan dibawa paslon terhadap permasalahan yang mengakar di UNAIR, yakni kesenjangan fasilitas di fakultas. Menanggapi pertanyaan ini, paslon tidak menjawab adanya langkah yang dapat dilakukan selain advokasi. Lalu menanggapi pertanyaan kedua terkait penjaminan paslon terhadap kerja pers mahasiswa (persma) tanpa intervensi dan represi dari pihak-pihak tertentu, paslon berjanji untuk menjaga stabilitas dan independensi persma, sekaligus menekankan ketiadaan wewenang BEM UNAIR dalam mengintervensi persma. 

Selain panelis dan lembaga pers, sesi uji publik juga memberikan waktu 45 menit selanjutnya terhadap audiens yang hadir untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai bentuk penilaian kelayakan paslon. Salah satu pertanyaan datang dari mahasiswa psikologi yang menanyakan kontribusi paslon dalam membantu integritas penelitian UNAIR yang sempat masuk zona merah untuk menjadi lebih baik kedepannya. Menanggapi hal tersebut, paslon menyebut salah satu program kerja yang mereka usung yakni Airlangga Tech-Lab sebagai solusi untuk memetakan sejauh mana penggunaan akal imitasi (AI) yang sesuai dengan etika dalam tugas perkuliahan maupun riset akademik. Pertanyaan lain datang dari mahasiswa ilmu sosial dan politik yang menanyakan tentang cara paslon menjangkau mahasiswa yang tidak menyelami dunia organisasi mahasiswa (ormawa). Pada pertanyaan ini, paslon justru merumuskan bagaimana cara menuntaskan penurunan minat mahasiswa terhadap ormawa alih-alih menjelaskan upaya paslon merepresentasikan seluruh mahasiswa UNAIR, baik yang tergabung ke dalam ormawa maupun tidak.

Usai sesi uji publik, acara dilanjutkan pada sesi pendalaman tema. Pada tahap ini, paslon diuji kapasitasnya melalui pengambilan undian pertanyaan yang telah disiapkan sebagai tolok ukur pemahaman mereka terhadap isu-isu strategis kampus. Tema yang didapatkan meliputi isu kemahasiswaan serta sarana dan prasarana untuk calon ketua, sementara calon wakil ketua membedah tema wirausaha dan prestasi mahasiswa.

Menjelang akhir acara dengan sisa waktu 15 menit, moderator mengarahkan paslon untuk mengakhiri agenda uji masyarakat kampus hari ini dengan closing statement. Pada kesempatan tersebut, paslon menekankan kembali komitmen arah kepemimpinan paslon melalui visi “Cerita Loka” sebagai tawaran bagi mahasiswa UNAIR di masa kepemimpinan mereka. 

Penulis: Tim Liputan Khusus LPM Mercusuar 

Editor: Tim Editor LPM Mercusuar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *