Sumber Gambar: Tim Liputan LPM Mercusuar
Pada Senin (28/10) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Airlangga resmi dicabut dari keputusan pembekuan yang dilakukan oleh Dekanat FISIP Unair. Hal tersebut diumumkan setelah adanya mediasi para pengurus inti BEM FISIP Unair dengan Dekan beserta wakil Dekan 1 FISIP Unair.
Sebelumnya, viral di media sosial, karangan bunga bentuk kekecewaan BEM FISIP Unair berujung pembekuan. Sejak Selasa (22/10), BEM FISIP Unair melalui Kementrian Politik dan Kajian Strategis menyampaikan ucapan “selamat” atas terlantiknya presiden dan wakil presiden 2024 pada 20 Oktober lalu dalam bentuk karangan bunga yang ditempatkan di Taman Barat FISIP Unair. Dari kronologi yang diunggah melalui akun Instagram BEM FISIP Unair (@bemfisipunair), karangan bunga tersebut ditujukan sebagai ungkapan kekecewaan melalui karya seni satire.
Selang 2 hari setelah viralnya aksi BEM FISIP Unair, pada Kamis (24/10) pukul 22.25 WIB, Presiden BEM FISIP Unair mendapat surat pemanggilan dari Ketua Komisi Etik Fakultas. Surat tersebut ditujukan untuk meminta klarifikasi terkait kepemilikan karangan bunga. Kemudian besoknya, hari Jumat (25/10) pukul 09.03 WIB, Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP Unair beserta Menteri Politik dan Kajian Strategis memenuhi panggilan Komisi Etik Fakultas. Dalam forum tersebut, Komisi Etik Fakultas menanyakan kepemilikan karangan bunga, keterlibatan pihak luar, dan konfirmasi ulang terkait kepemilikan karangan bunga BEM FISIP Unair. Pada hari yang sama pukul 16.13 WIB, surat pembekuan BEM FISIP Unair dikirim melalui surel menggunakan alamat surel dekanat.
Setelah kiriman surat pembekuan, akun Instagram BEM FISIP Unair (@bemfisipunair) secara resmi membagikan unggahan berjumlah 11 slide pada Sabtu (26/10). Unggahan tersebut mengungkapkan bahwa organisasi Badan Eksekutif di tingkat fakultas tersebut telah dibekukan oleh pihak Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tagar #KAMIBERSAMABEMFISIPUnair dan #SAVEBEMFISIPUNAIR melambung dan mendapat respon dari banyak pihak. Terutama dari para mahasiswa Universitas Airlangga, terkhusus mahasiswa FISIP Unair.
Berbagai dukungan dari mahasiswa menyayangkan atas keputusan dekanat FISIP Unair yang langsung membekukan kepengurusan BEM FISIP. Hal tersebut ditanggapi cepat oleh BEM FISIP Unair untuk langsung menjadwalkan seruan aksi solidaritas di Taman Barat FISIP Unair pada Senin (28/10).
Pada Senin pagi, pukul 07.38 WIB, Dekan dan Wakil Dekan 1 FISIP Universitas Airlangga, Prof. Bagong Suyanto dan Prof. Jusuf Irianto, mencoba berdialog dengan beberapa mahasiswa yang menunggu kabar terkait aksi pembekuan BEM FISIP Unair.
“Yang kami bekukan itu bukan BEM-nya, tapi kepengurusan ketiga pengurus yang merasa bertanggung jawab atas pembuatan karangan bunga tersebut,” jelas Dekan FISIP itu.
Ketiga pengurus yang dibekukan adalah Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Tuffahati Ullayyah dan Gavin Nayottama, serta Menteri Politik dan Kajian Strategis BEM FISIP Unair M. Rizaldi Mahendra.
“Kami tidak pernah sekalipun menolak kegiatan mahasiswa, tapi untuk yang satu ini ada pelanggaran etika yang dilakukan oleh pihak yang bersangkutan. Maka dari itu, kita undang mereka untuk mendengarkan ketiga yang bersangkutan untuk menceritakan kronologinya,” ungkap Prof. Bagong.
Dekan FISIP tersebut mengundang ketiga pengurus BEM FISIP yang menyatakan diri sebagai penanggung jawab atas pembuatan karangan bunga tersebut untuk melakukan mediasi di Gedung FISIP C Soetandyo Wignyosoebroto di lantai dua secara tertutup.
“Saya ini menempatkan diri sebagai bapak bagi mereka, jadi tidak mungkin kalau saya konsepnya menghukum atau malah memecat mereka,” ucap Prof. Bagong sebelum berjalan menuju gedung mediasi.
Hasil mediasi dipaparkan oleh Prof. Bagong langsung melalui press conference dengan media di depan Gedung Soetandyo Wignyosoebroto FISIP Unair. Prof. Bagong menegaskan kembali jika yang dibekukan bukanlah BEM FISIP Unair, melainkan tiga pimpinan BEM FISIP Unair tersebut. Setelah mediasi pun akhirnya SK Pembekuan BEM FISIP Unair dicabut. Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayyah menyatakan adanya kejadian pembekuan tersebut BEM FISIP Unair akan tetap kritis, tetapi menggunakan pemilihan diksi yang sesuai dengan ranah akademis.
SD-10 dan SC-11
Editor: RF-11