Memperingati malam Satu Suro atau tradisi Suroan, BSO Pakarsajen (Paguyuban Karawitan Sastra Jendra) FIB Universitas Airlangga mengadakan salah satu program kerjanya yang juga bernama Suroan. Suroan merupakan tradisi turun-temurun yang eksis di pulau Jawa. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Suro berdasarkan kalender jawa. Satu Suro menjadi tanggal yang disakralkan sebab pergantian tahun dimaknai lahirnya harapan dan doa baru. Selain itu, menurut keperayaan, Suroan merupakan bagian dari menyucikan diri dan menghindarkan dari bahaya. Program kerja Suroan BSO Pakarsajen merupakan acara yang hanya diikuti oleh internal atau anggota BSO saja. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Senin-Rabu, 17-19 Juli 2023. Acara di ketiga hari tersebut dimulai pada jam 09.00 WIB dan bertempat utama di ruang gamelan FIB lantai 2.

Pada hari pertama dan kedua, kegiatan diisi dengan pembersihan serta reparasi inventaris. Di antara inventaris yang dibersihkan dan direprasi adalah gamelan dan wayang. Gamelan inventaris yang kusam dibersihkan dan dikilapkan dengan brasso. Sedangkan Wayang inventaris diletakkan di ruang terbuka agar tidak berjamur, serta diperbaiki ikatan talinya. Pada puncak acara, yaitu pada hari ketiga, acara diisi dengan upacara jamasan pusaka dan syukuran.

Jamasan berasal dari bahasa Jawa krama inggil, jamas yang memiliki arti cuci atau membersihkan. Upacara Jamasan merupakan upacara yang dilakukan dengan membersihkan benda-benda pusaka. Tujuan dari upacara ini adalah mendapatkan keselamatan, perlindungan, dan ketenteraman. Dalam prosesi upacara jamasan, BSO Pakarsajen mempersiapkan Sandhingan atau sesaji yang diletakkan di dua tampah berupa kembang setaman, dengan catatan harus ada bunga mawar merah, kelapa 1 buah, pisang satu sisir, empon-empon yaitu, jahe, kunyit, dan sebagainya, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe kecil, bahan nginang, singkong, padi 2 atau 3 ikat, segelas air mineral, segelas teh, segelas kopi, dupa dan wadahnya, kain mori, rokok klobot, nasi putih berbentuk tumpeng halkalı escort kecil. BSO Pakarsajen melakukan upacara Jamasan pada wayang-wayang inventaris dan membasuh salah satu alat musik gamelan yaitu, gong di depan gedung FIB dengan air bunga. Setelah melaksanakan upacara Jamasan, acara ditutup dengan syukuran dengan tumpeng dan caosan (jajan pasar tujuh jenis).

Penulis: Rumaisya Milhan

Editor: Myesha Fatina Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *