Sumber gambar: Eco Suara Airlangga

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, telah sukses menggelar kajian Eco Suara Airlangga keempat. Acara yang berlangsung pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2023 itu menghadirkan Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., selaku Direktur Logistik, Keamanan, Ketertiban, dan Lingkungan Universitas Airlangga dan Zolfa Safitri selaku Menteri Lingkungan Hidup BEM Universitas Airlangga sebagai pembicaranya. Bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C Universitas Airlangga, secara keseluruhan acara  tersebut menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan perubahan positif dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mengelola limbah dengan lebih baik. Kolaborasi dan komitmen dari semua pihak, termasuk pihak kampus sangat diperlukan untuk mencapai tujuan lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan membawa tema besar “Kebijakan Strategis untuk Mengoptimalkan Pengelolaan Limbah dan Energi dalam Mengurangi Emisi Karbon di Lingkungan Kampus”, para pembicara sering mengutip istilah green campus. Bagi yang masih awam dengan istilah itu, konsep green campus merupakan suatu konsep ramah lingkungan, melibatkan berbagai aspek, termasuk efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan upaya pengurangan emisi karbon yang dilakukan untuk mentransformasi lingkungan kampus.

Dalam acara tersebut, terungkap bahwa pemahaman dan pengetahuan mahasiswa terkait green campus masih minim. Meskipun demikian, upaya pengurangan emisi karbon harus tetap dimulai dari langkah-langkah konkret, seperti pengembangan transportasi berkelanjutan dan penghematan air dan listrik tanpa menunggu semua mahasiswa paham betul dengan konsep yang mendasarinya terlebih dahulu. Kita bisa jumpai pengimplementasian konsep green campus di beberapa gedung kampus yang telah menerapkan sistem otomatisasi untuk mematikan listrik saat tidak ada orang di ruangan.

“Salah satu inisiatif baru yang kita lakukan pada tahun ini adalah pengumpulan dan pengolahan botol bekas untuk diproduksi menjadi barang jadi,” terang Dr. Karnaji. Kita ketahui bersama bahwa penggunaan botol plastik sekali pakai dalam kegiatan kampus masih menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Untuk mendukung upaya ramah lingkungan dan mengatasi masalah tersebut, kampus dapat menyediakan kemasan non-plastik di kantin dan membatasi penggunaan kemasan plastik. Usulan untuk mengadakan “one day no plastic” pun mendapat dukungan dan harapannya para pemangku kebijakan kampus ikut terlibat.

Selain itu, ada pula rencana pemasangan kincir angin di area kampus dengan angin kencang sebagai sumber energi terbarukan yang juga sedang diupayakan. Semua itu dilakukan guna mendorong pemahaman akan pentingnya energi terbarukan dalam mengurangi konsumsi listrik dan mencapai net zero emission. “Upaya net zero emission dapat dimulai dari diri sendiri dan kesadaran diri sendiri sehingga dapat menjadi contoh bagi orang lain,” lanjut Direktur Logistik, Keamanan, Ketertiban, dan Lingkungan Universitas Airlangga itu.

Namun, perlu dicatat bahwa salah satu hambatan utama dalam mewujudkan green campus adalah kurangnya komitmen dan kolaborasi, baik antara mahasiswa maupun dengan pihak kampus. Sebagai contoh, masih banyak mahasiswa semester 1-6 membawa mobil ke kampus padahal sudah dilarang. Hal yang seharusnya bisa diatasi itu seakan menjadi jamur yang terus tumbuh dan susah untuk diselesaikan. Padahal banyak alternatif lain yang bisa diambil oleh mahasiswa, seperti menggunakan sepeda dan transportasi umum. “Bagaimana jika kampus menyediakan tempat parkir khusus sepeda listrik atau sepeda ontel yang pastinya inisiatif itu bisa mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus,” saran Zolfa, Menteri Lingkungan Hidup BEM Universitas Airlangga.

“Kami akan terus mengupayakan yang terbaik. Di beberapa lahan pun misalnya, parkir sepeda sudah disediakan baik itu di dalam maupun di luar gedung. Semua gedung parkir milik Universitas Airlangga, tidak ada gedung milik fakultas, atau diubah dengan nama-nama tokoh lainnya. Semua mahasiswa Universitas Airlangga berhak menggunakan seluruh gedung parkir yang ada tanpa terkecuali,” terang Dr. Karnaji dengan tegas menanggapi pernyataan yang diberikan.

Penulis: Ananda Putra

Editor: Daffa Amelia Yasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *