Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa dengan pendekatan keilmuan dan sektoral. Kegiatan ini merupakan program yang dilakukan mahasiswa semester 5 atau 6 dan dilakukan selama satu atau dua bulan di sebuah desa atau wilayah setingkat. Melalui program KKN, tentunya dapat tercipta sebuah gagasan, serta inovasi bagi daerah yang ditempati secara berkelanjutan. Berita membanggakan mengenai progres kerja nyata datang dari mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung ke dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 68. Tim Karang Wungu, sebutan bagi para mahasiswa yang tergabung ke dalam kelompok KKN BBK, melakukan pengabdian masyarakat yang berlangsung tanggal 11 Juli–5 Agustus 2023. Para mahasiswa tersebut melakukan inovasi di berbagai sektor yang berada di Desa Karangwungu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Tim Karang Wungu memiliki 5 fokus utama dalam menjalankan program kerja untuk desa tersebut, diantaranya pada bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Tentunya buah dari rancangan program kerja yang di fokuskan pada kelima sektor menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam menghadirkan inovasi. Melakukan survei terhadap kebutuhan masyarakat juga memperkukuh gagasan program kerja sehingga sinergisitas masyarakat Karangwungu bersama mahasiswa semakin menguat. Hal tersebut terbukti pada proses berjalannya program kerja di bidang lingkungan, masyarakat begitu antusias saat membersihkan kampung bersama para mahasiswa. Tidak hanya di bidang lingkungan, di bidang pendidikan metode pembelajaran baru dan lebih modern dikenalkan oleh Tim Karang Wungu pada kepala sekolah beserta jajarannya di SDN Karang wungu.
Pada bidang kesehatan, Tim Karang Wungu bekerja sama dengan BKKBN Kecamatan Karanggeneng dan nutrisionis yang bertugas di Puskesmas Karanggeneng dalam memberikan penyuluhan dan edukasi Kesehatan mengenai stunting sebagai isu utama yang diangkat. Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menekan angka pertumbuhan stunting pada masyarakat Karangwungu. Selanjutnya, beralih pada bidang sosial, Iqbal Maulana selaku Ketua Kelompok KKN BBK Desa Karangwungu, menginisiasi untuk melakukan internalisasi pada pemuda Karang Taruna di daerah setempat. Menurutnya, internalisasi diperlukan karena pemuda Karang Taruna merupakan martir utama dalam urusan sosial berdampingan dengan segenap perangkat desa,
“Kami sadar bahwa pemuda Karang Taruna merupakan elemen penting dalam menyelesaikan permasalahan sosial bersama dengan seluruh struktural desa. Oleh karena itu, kami menginisiasi untuk melakukan internalisasi dengan melakukan restrukturisasi, serta bekerja sama dalam merumuskan program kerja unggulan yang relevan yang dapat dilakukan oleh pemuda Karang Wungu”.
Pada bidang ekonomi, Tim Karangwungu mencetuskan ide untuk lebih mengoptimalkan penjualan jamu tradisional produk lokal dengan pemasaran secara makro dan dikelola secara langsung oleh pemuda serta Karang Taruna setempat. Ide tersebut memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap produk paten asli dari Karangwungu dengan memanfaatkan keahlian warga setempat dan membuka lapangan kerja bagi warga desa. Berkaitan dengan program kerja yang telah dilakukan, Iqbal Maulana berharap bahwa segala inovasi yang telah diberikan dapat diteruskan, serta menjadi tonggak dari berbagai perubahan yang dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi masyarakat setempat, khususnya warga Desa Karangwungu,
“Kami berharap bahwa apa yang telah dilakukan oleh teman–teman dapat berlanjut serta memicu berbagai perubahan yang mendatangkan kebermanfaatan kepada seluruh masyarakat yang berada di Desa Karangwungu,” pungkas Iqbal.
Bapak Sunarto selaku Kepala Desa Karangwungu menyampaikan bahwa gagasan dan program kerja yang diberikan begitu fresh bagi masyarakat Desa Karangwungu, serta menyayangkan durasi kegiatan KKN karena tidak genap satu bulan,
“gagasan dan program kerja yang dihadirkan cukup baru dan juga fresh. Namun, sayangnya durasi KKN terkesan singkat dan cepat, terhitung nggak sampai satu bulan,” ungkapnya.
Hasil dari program kerja inovatif Tim Karang Wungu tidak hanya sampai pada warga desa, melainkan sampai pada berita regional yang sekaligus dapat menginspirasi kerja nyata para mahasiswa.
Penulis: Tsurayya Kamilah Mandiri
Editor: Rumaisya Milhan