Eksistensi Bonek Melalui Logo Wong Mangap

Bondo Nekat atau seringkali disebut dengan Bonek merupakan salah satu basis suporter sepak bola terbesar di Indonesia. Kebesaran Bonek dapat dilihat pada setiap laga Persebaya, baik tandang maupun kandang selalu dipenuhi oleh suporter yang identik memakai dresscode hijau ini. Loyalitas Bonek terhadap tim kebanggaannya dapat dilihat pula melalui simbol Wong Mangap sebagai sebuah representasi loyalitas dan totalitas Bonek dalam mendukung tim kebanggaannya, Persebaya Surabaya.

  • Sejarah Singkat

Dalam sejarahnya, lahirnya ikon Wong Mangap muncul dari perjuangan Bonek dalam mengawal tim kebanggaannya pada saat itu. Menurut Wany (2020), ikon Wong Mangap Bonek pertama kali muncul saat perebutan gelar juara Perserikatan tahun 1986-1987. Partai puncak tersebut mempertemukan Persebaya dengan PSIS Semarang, dalam laga tersebut dihadiri oleh belasan ribu Bonek yang rela pergi ke Jakarta untuk memberikan dukungan terhadap Persebaya.

Pada saat itu, Dahlan Iskan selaku pimpinan Jawa Pos meminta Muchtar Munaji selaku ilustrator untuk membuat sebuah simbol yang dapat membangkitkan semangat warga Surabaya untuk mendukung Persebaya. Dengan melihat semakin mepetnya tenggat waktu pengumpulan logo, karena sudah ditagih banyak pihak untuk dicetak. Akhirnya tepat pada tanggal 4 Maret 1987, Mister Muchtar (sapaan akrab Muchtar Munaji) melalui koran Jawa Pos merilis logo Wong Mangap.

Mister Muchtar mendapat inspirasi pembuatan logo dari foto Dahlan Iskan yang sedang mangap atau membuka mulutnya sambil menggunakan ikat kepala bertuliskan “Persebaya ’87”. Awalnya foto tersebut digunakan sebagai ikon atau penanda berita tentang Persebaya, karena pada saat itu Jawa Pos sedang getolnya melakukan pemberitaan yang berkaitan dengan Persebaya.

Seiring berkembangnya waktu, lambang Wong Mangap yang awalnya hanya berupa gambar orang membuka mulutnya dengan ikat kepala bertuliskan Persebaya ’87 dalam warna hitam putih mengalami perkembangan. Perubahan besar terjadi pada Maret 1995 ketika Jawa Pos mulai menggunakan cetakan berwarna, logo Wong Mangap disempurnakan oleh Budiono dengan menambahkan unsur khas Bonek, yakni warna hijau. Selanjutnya pada tahun 1997 di bulan yang sama, Budiono menyempurnakan logo Wong Mangap menjadi seperti yang digunakan dan dilihat hingga saat ini. Namun pada tahun 2002 tepatnya bulan Juli, logo Wong Mangap dimodifikasi menjadi Wong Mingkem atau orang yang sedang menutup mulutnya oleh Leak Kustiya sebagai sebuah kritik karena pada saat itu Persebaya terdegradasi.

  • Romantika

Logo Wong Mangap telah menjadi penanda signifikansi hubungan antara Jawa Pos dengan Persebaya, pada awalnya getolnya pemberitaan Persebaya oleh media tersebut ditujukan sebagai sebuah kritik yang sifatnya ingin menghajar. Namun serangan tersebut tidak membuat Persebaya jatuh, malah semakin naik, oleh karena itu Dahlan Iskan selaku pimpinan Jawa Pos berbalik merangkul Persebaya. Romantisme hubungan Persebaya dan Jawa Pos tercermin dalam penggunaan logo Wong Mangap-yang diciptakan oleh orang Jawa Pos.

Selain itu, logo tersebut dirasa pas untuk menggambarkan totalitas Bonek dalam mendukung Persebaya. Secara personal, menurut Dahlan Iskan ketika pertama kali melihat logo tersebut, beliau dapat merasakan energi Bonek yang senantiasa berteriak dan bernyanyi untuk mendukung tim kebanggaannya. Energi besar tersebut terpancar melalui kondisi mangap atau membuka mulut dan penggambaran emosi jiwa, yang semakin memperjelas totalitas Bonek dalam mendukung Persebaya.

Penulis : Reno Eza M.

Editor : Primanda Andi Akbar

Daftar Pustaka

Jawa Pos. (2015). Sportainment. Jumat 2 Oktober, hlm 22

Wany, Aditya. (2020). Tahukah Anda, Logo Wong Mangap Bonek Dibuat Orang Makassar Bermula dari Piala Dunia 1986 [daring]. Link: https://www.bola.com/indonesia/read/4438301/tahukah-anda-logo-wong-mangap-bonek-dibuat-orang-makassar-bermula-dari-piala-dunia-1986.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *