The Trial of Chicago 7: Konspirasi Pemerintah, Jaksa, Hakim, dan Aparat

The Trial of Chicago 7: Konspirasi Pemerintah, Jaksa, Hakim, dan Aparat

Sumber: Netflix

“Saat rakyat jemu dengan hak konstitusinya untuk mengubah pemerintahan, mereka akan menggunakan hak revolusionernya untuk mengoyak dan menggulingkan pemerintahan itu,” Abraham Lincoln (1861).

Begitulah penggalan pidato Lincoln saat dilantik sebagai Presiden Amerika yang dikutip Abbie Hoffman (Sacha Baron Cohen) ketika ia bersaksi dalam pengadilan Amerika versus Chicago 7. Lebih lanjut, Abbie berkomentar bahwa bila Lincoln hidup di masa sekarang, maka ia juga akan duduk di pengadilan bersama mereka untuk diadili karena pemikirannya.

Film “The Trial of Chicago 7” yang rilis pada 16 Oktober 2020 ini terinspirasi dari kisah nyata ketika masa perang Amerika-Vietnam. Perang yang memakan banyak korban ini menyebabkann puluhan ribu pemuda Amerika harus mengikuti wajib militer dan diterjunkan ke medan perang. Kritik pun terus berdatangan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk dari Chicago 7.

Demonstrasi akhirnya terjadi pada acara Konvensi Nasional Demokrat ke-35 di Chicago. Mulanya aksi berjalan damai, namun bentrokan tidak dapat dihindari. Bentrokan antara polisi dan demonstran terjadi hingga menyebabkan konflik berdarah.

Tujuh aktivis dari kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda, yaitu Abbie Hoffman dan Jerry Rubin (Jeremy Strong) pemimpin Yippies (Partai Pemuda Internasional), Tom Hayden (Eddie Redmayne) dan Rennie Davis (Alex Sharp) pemimpin SDS (Mahasiswa untuk Masyarakat Demokratik), David Dellinger (John Carroll Lynch) pemimpin The Mobe (Mobilisasi untuk Pengakhiran Perang di Vietnam), John Froines (Daniel Flaherty), serta Lee Weiner (Noah Robbins), kemudian ditangkap dengan tuduhan menyebabkan kerusuhan dan konspirasi. Pemimpin Partai Black Panther, Bobby Seale (Yahya Abdul-Mateen) yang didakwa atas pembunuhan terhadap polisi di Connecticut juga dimasukkan dalam pengadilan dengan Chicago 7, padahal ia tidak terlibat dalam aksi yang sama dengan mereka.

Proses pengadilan Chicago 7 plus Bobby Seale menjadi fokus utama dalam film ini. Pengadilan yang terjadi selama ratusan hari, dari April 1969 hingga Februari 1970 berhasil diringkas oleh Aaron Sorkin menjadi cuplikan pendek yang menonjolkan poin-poin penting. Konspirasi pemerintah melalui jaksa agung dan jaksa penuntut, ketidakadilan hakim, serta represivitas aparat turut ditonjolkan dalam film ini. Meski sedikit berat, namun film ini tidak membosankan karena dibumbui komedi satir yang kerap dibawakan oleh Abbie Hoffman dan Jerry Rubin.

Film ditutup dengan ciamik melalui narasi tentang keadaan-keadaan tokoh-tokoh kunci seusai persidangan tersebut. Melihat akhir film seolah menampar penonton dengan realita bahwa film ini memang diadopsi dari kejadian nyata dan seakan mengingatkan bahwa campur tangan pemerintah melalui hakim yang berat sebelah dan represivitas aparat terhadap demonstran bahkan belum hilang hingga sekarang.

Penulis: Amelia Rahima
Editor: Baitiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *