Pembentukan Karakter Mahasiswa FK melalui Ospek Fakultas

Pembentukan Karakter Mahasiswa FK melalui Ospek Fakultas

(Sumber Gambar: Liputan6)

Ospek Fakultas Kedokteran CEREBRUM (Center Revolution to be a True Medical Student) telah dilangsungkan sejak 3 September lalu dan akan berujung pada Januari 2021. Pelaksanaannya menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan nilai-nilai dalam cakupan medis.

Terdapat 4 (empat) agenda yang akan dilaksanakan, yaitu penyambutan mahasiswa baru yang dilakukan bersama dengan PKKMB Fakultas, lalu berlanjut dengan pembinaan yang berlangsung mulai 11 September hingga 23 Oktober, orientasi ormawa, serta diklat atau pengkaderan.

Secara teknis, pelaksanaan CEREBRUM difasilitasi oleh fakultas. Penyediaan fasilitas salah satunya melalui tersedianya Room Zoom untuk webinar dan didampingi oleh dosen. Sesi keempat sekaligus terakhir yakni diklat akhir yang disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan sebagai implementasi sesi sebelumnya.

“Sejak awal memang direncanakan secara offline, tapi jika tidak memungkinkan akan dilaksanakan secara online,” tutur Shofiuddin Al Mufid, Ketua OC CEREBRUM 2020 ketika dihubungi tim Mercusuar pada Selasa (6/10) melalui sambungan telepon.

Menurut Mufid, ospek di Fakultas Kedokteran bukan hanya dijadikan sebagai ajang pengenalan lingkungan perkuliahan dan adaptasi kampus, namun juga sebagai media untuk menanamkan nilai.

“Semua berangkat dari nilai, kerjasama, koordinasi, dan komunikasi efektif. Kalau offline kan bisa sering ketemu,” ungkap Mufid.

Menurutnya, mahasiswa baru membutuhkan interaksi dengan angkatannya. Karena itulah terdapat tugas yang diberikan secara berkelompok maupun individu.

“Sampai saat ini masih bisa kekejar semuanya tugas-tugasnya dan semoga kedepannya juga bisa seperti itu,” ujar Nahdia, mahasiswi baru Prodi Kebidanan saat dihubungi melalui Whatsapp.

Proses pengkaderan dengan output penanaman nilai memerlukan metode komunikasi dua arah agar menjadi sarana pembelajaran. Selain itu, Mufid menjelaskan bahwa disediakan pula forum aspirasi untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran. Dalam proses penanaman nilai tersebut, terdapat Controlling Commitee yang memiliki peran mengadakan sidang apabila terdapat pencideraan etik.

“Misal ada yang menciderai etik, misal di pasal berapa ayat berapa, dalam penyelesaiannya akan ada sidang sendiri untuk itu yang difasilitasi Controlling Commite,” jelas Mufid.

Aturan dan etik tersebut telah dijabarkan pada Point of Agreement yang disepakati sejak awal. Hal ini dibuat untuk mengenalkan mahasiswa baru mengenal dunia medis yang erat kaitannya dengan regulasi dan hukum.

“Kita sebagai tenaga medis, tidak akan jauh dari regulasi dan hukum, maka disini akan ditunjukkan adanya hukum dan semua fair karena terdapat aturan,” ungkap Mufid.

Isu Senioritas dan Perpeloncoan di Fakultas Kedokteran

Kendati pada nyatanya senioritas tidak dapat dihilangkan, namun Mufid tidak membenarkan adanya desas-desus budaya perpeloncoan di lingkungan Fakultas Kedokteran.

“Kita melihatnya senioritas dari sisi mana dulu, kalo senioritas diartikan dalam hal positif, sebagai contoh sebagai senior kita lebih dulu, maka kita berkewajiban untuk memberi yang kita tahu,” paparnya.

“Biasanya etika dan moral ini menjadi sasaran empuk untuk senioritas, nah dalam CEREBRUM ini ada materi dan metode tersendiri, tapi penyampaian dilakukan sewajarnya penanaman sebuah nilai atau sewajarnya pendidik,” lanjutnya.

Mufid menambahkan bahwa terdapat standar yang harus dipenuhi oleh panitia maupun peserta ospek Fakultas Kedokteran. Kaderisasi menurut Mufid membutuhkan perencanaan yang matang meskipun dalam eksekusinya terkadang berubah dari rencana awal karena masalah teknis. Selain itu, pelaksanaan CEREBRUM tahun ini disinyalir sebagai transisi dari ospek di tahun-tahun sebelumnya.

“Ospek tahun ini bisa dibilang transisi CEREBRUM dari tahun-tahun sebelumnya, nilai yang ada tetap dijaga, dengan teknis dan penyampaian dan eksekusi yang berbeda. Dan Alhamdulillah feedbacknya sepertinya lebih positif,” ujar Mufid mengakhiri.

Penulis: Tata Ferliana
Editor: Annisa Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *