Telusur Data: Jejaring Sosial Penolakan Omnibus Law di Twitter

Telusur Data: Jejaring Sosial Penolakan Omnibus Law di Twitter

Share of Voice by Sentiment #mositidakpercaya, (Sumber data: Droneemprit)

Tidak lama setelah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, media sosial kembali ramai disusul dengan trending #mositidakpercaya. Hal ini tampak pada aktivitas penggunaan tagar Twitter, baik dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat sipil dalam rangka melakukan penolakan UU Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law. Twitter menjadi salah satu media sosial yang masif digunakan untuk melakukan diskusi terbuka terkait pro dan kontra. Terhitung sejak Minggu (4/10) hingga akhir bulan Oktober (28/10),  tagar ini terus mengalami peningkatan. Tercatat ada sebanyak 374.808 tweet yang membicarakan #mositidakpercaya.

Terlihat pada Gambar 1, pembahasan mengenai Omnibus Law di Twitter pada mulanya didominasi kekecewaan dengan keputusan disahkannya UU Cipta Kerja. Namun, pasca pelaksanaan aksi di tanggal 8 Oktober, diskusi para pengguna Twitter kembali diwarnai dengan kepercayaan terhadap pemerintah. hal itu lantaran pada saat aksi, beberapa Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan Kepala Daerah berkomitmen untuk mendorong presiden agar mencabut Undang-Undang dan menggantinya dengan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu).

Gambar 1 : The trends of posts by emotion #mositidakpercaya pada Droneemprit

Berdasarkan hasil analisis data dari diagram Droneemprit, sentimen pengguna Twitter pada pembahasan Omnibus Law lebih banyak bernilai negatif, hal ini menandakan suara pengguna jejaring sosial memilih kontra pemerintah (lihat gambar 2)

Gambar 2 : Share of Voice by Sentiment #mositidakpercaya, data milik Droneemprit

Sentimen negatif itu dimiliki oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan disahkannya UU Cipta Lapangan Kerja. Grup yang tidak mendukung (kontra) dan mendukung (pro) pada pembahasan Omnibus Law di Twitter terlihat secara jelas melalui Social Network Analysis (SNA) untuk Mention dan Retweet  #mositidakpercaya

Gambar 3 : Social Network Analysis: Metion and Retweet Network #mositidakpercaya data milik Droneemprit

Diskusi pro dan kontra pada jaringan sosial di Twitter juga tidak lepas dari akun yang memiliki pengaruh besar bagi warganet. Lima akun Twitter yang sangat berpengaruh pada diskusi tampak pada Gambar 4, salah satu yang cukup berpengaruh pada tim kontra adalah akun dengan nama @AksiLangsung dan @PBHI_Nasional, cuitannya paling banyak diretweet oleh pengguna Twitter dengan kemampuan engagements lebih dari 10.000 pengguna.

Gambar 4 : Top Influencers by total retwetts #mositidakpercaya, data dari Droneemprit.

Data yang tersaji dari hasil analisis Droneemprit mengenai aktivitas jejaring sosial pengguna Twitter pada pembicaraan mosi tidak percaya terhadap Omnibus Law, dapat membuka dua arah pembicaraan masyarakat menjadi tim bukan pendukung (kontra) dan tim pendukung (pro). Gencarnya penggunaan tagar #mositidakpercaya berdampak secara nyata. Hal ini tampak dari adanya aksi turun massa yang mewarnai sejumlah daerah di Indonesia.


Penulis: Diyanah Shabitah
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *