BEM Unair Dianggap Kurang Kawal Isu Lingkungan, Paslon Berikan Tanggapan

BEM Unair Dianggap Kurang Kawal Isu Lingkungan, Paslon Berikan Tanggapan

Safari Kampus hari ketiga, Rabu (21/10)

Hari terakhir safari kampus pada Rabu (21/10) BEM Unair mendapat kritikan dari mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Kritik yang dilempar terkait kurangnya peran BEM Unair dalam pengawalan isu lingkungan. Perhatian BEM selama ini dirasa lebih fokus pada isu sosial politik, sedangkan isu lingkungan seakan dikerdilkan dari program kerja yang diusung.

“Bagaimana peran BEM Unair selanjutnya dalam mengawal isu lingkungan di Unair, bahkan lingkup Surabaya?” tanya Ramadhani Jaka kepada kedua paslon.

Menanggapi hal itu, Sholeh sepakat. Calon Ketua BEM Unair 2020 nomor urut 01 itu membenarkan bahwa belum adanya kelembagaan BEM Unair yang berfokus pada isu seputar lingkungan secara konsisten.

“Karena itu, kami ke depan akan mendorong bidang atau kementerian yang fokus menghadapi isu lingkungan,” tegasnya.

Sholeh menyampaikan akan melakukan upaya konsolidasi dengan Organisasi mahasiswa (Ormawa) dan komunitas peduli lingkungan. Selanjutnya, mempersiapkan lembaga yang fokus terhadap isu lingkungan.

“Pertama konsolidasi kepada ormawa atau komunitas termasuk mahasiswa yang peduli dengan isu-isu lingkungan. Baik itu skala Surabaya, Jawa Timur maupun nasional termasuk global. Kedua, kami akan membuat kajian, bagaimana kajian yang dilaksanakan secara konsisten untuk memberi pemahaman terkait adanya kerusakan lingkungan,” paparnya.

Wakilnya, Bobby menegaskan jawaban Sholeh, pihaknya akan membentuk satu bidang yang berfokus pada permasalahan lingkungan dalam Kementerian Sosial dan Politik (Kemensospol) BEM Unair nantinya.

Pada kesempatannya menjawab, Chaq menyebut pentingnya peran serta mahasiwa FST khususnya Program Studi Teknik Lingkungan dan elemen organisasi mahasiswa di Unair.

“Sebetulnya kegiatan yang menunjang kawasan ramah lingkungan, ramah dari adanya limbah itu bisa dilakukan setiap organisasi mahasiswa,” terang calon Ketua BEM Unair 2020 nomor urut 2 itu.

Upaya lain disebut Chaq yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik hingga menanamkan budaya peduli lingkungan melalui rangkaian kegiatan PKKMB Unair 2021 mendatang.

“Kami berupaya betul mengurangi penggunaan plastik dan kertas, kami akan melakukan pembersihan di lingkungan kampus maupun luar kampus karena banyak limbah yang kurang menyehatkan. Kami juga akan menanamkan kegiatan kesadaran lingkungan, misalnya nanti menyuarakannya melalui pengadaan Amerta,” jelasnya.

“Terakhir kami membentuk lembaga yang berfokus pada isu lingkungan, yaitu melalui Advokasi dan Jejaring Masyarakat,” imbuhnya.

Waktu menjawab yang masih tersisa digunakan Risyad untuk menambahkan jika keduanya memberikan perhatian lebih pada ekologi dan telah memasukkannya dalam program kerja mereka, yakni environmental dan responsibility.

Dengan begitu, berakhirlah safari kampus hari ketiga dengan rumpun eksak. Sesuai timeline PPK, selanjutnya akan diadakan Uji Masyarakat Kampus (UMK) dan Fit and Propert Test pada Kamis (22/10). Kegiatan tersebut dilakukan secara hybrid yakni online dan offline.


Penulis: Risma D.
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *