Tanggapan Paslon Satu dan Dua Terkait Masalah Kesehatan Mental

Tanggapan Paslon Satu dan Dua Terkait Masalah Kesehatan Mental

Safari Kampus hari kedua rumpun humaniora (Mercusuar/Akmal)

Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Kesehatan Mental. Salah seorang mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) melalui kesempatannya bertanya, melempar pertanyaan terkait kesehatan mental untuk kedua pasangan calon (paslon) pada Safari Kampus hari kedua, Selasa (20/10).

“Mahasiswa seharusnya mendapatkan fasilitas kesehatan mental secara gratis. Mengingat di kampus lain sudah tersedia fasilitas penanganan kesehatan mental semacam ini, apakah BEM nantinya memiliki program kerja konkret terkait kesehatan mental dan bukan hanya seruan atau peringatan saja?” tanya Hendrayani setelah memenuhi persyaratan sebagai penanya.

Chaq berkesempatan menjawab pertama mewakili pasangan calon (paslon) nomor urut dua. Ia mengatakan akan menjalankan fungsi advokasi untuk mengangkat isu kesehatan mental dan melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi secara aktif.

“Dua hal yang bisa kami tawarkan. Pertama, kami akan mengadvokasi isu-isu kesehatan mental agar difasilitasi oleh kampus. Yang kedua, kami juga pasti berupaya melibatkan teman-teman psikologi secara aktif dalam hal penyuaraan isu-isu kesehatan mental dan terkait penanganan secara khusus kepada teman-teman yang merasakan dampak kesehatan mental,” ujarnya.

Tak hanya itu, Chaq menekankan pula adanya langkah-langkah taktis dan strategis dengan melibatkan fakultas lain.

“Dengan begitu penanganan kesehatan mental mahasiswa dapat terwujud secara baik dan komprehensif,” imbuhnya.

Pada kesempatannya, Risyad menyayangkan fasilitas Help Center Unair yang kurang terbuka.

“Tapi yang disayangkan di sini adalah mengenai keterbukaan dan ketersampaian informasi mengenai pelayanan dan pengaduan di Help Center,” jelasnya.

Menyinggung kekurangan peran dan fungsi Help Center, Risyad mengatakan BEM Unair nantinya akan menjadi katalisator agar Help Center dapat diakses seluruh mahasiswa.

“Proker kami nanti tidak hanya seputar peringatan-peringatan. Kami juga mengedepankan pengabdian masyarakat yang tentunya nanti teman-teman psikologi dapat terlibat dalam pendampingan dan pelayanan mental health,” tuturnya.

Satu suara dengan Risyad, Sholeh mengatakan akan memaksimalkan fungsi Help Center, ia menyebut Universitas Airlangga telah memberi langkah konkretnya, salah satunya melalui diskursus One Health.

“Sesungguhnya Universitas Airlangga telah bekerja secara kongkret. Salah satunya adalah Help Center tadi, dan yang kedua adalah satu diskursus, yakni One Health yang tengah dikembangkan di Unair dan merupakan turunan dari kementerian kesehatan. Dua hal tersebut sebenarnya sudah sangat konkret, tinggal kita maksimalkan,” paparnya.

“Kami jika nanti terpilih, ketika menghadapi persoalan terkait kesehatan mental akan memaksimalkan peran BEM Unair dalam menghadapi dan menindaklanjuti permasalahan-permasalahn tersebut melalui program kerja kami, Satu Atap,” papar Calon Wakil Ketua paslon 1, Bobby Tanaya.

Di akhir, ia menuturkan kepada seluruh mahasiswa yang mengalami permasalahan kesehatan mental dan kekerasan seksual mengadu dan melapor, BEM Unair siap memberi solusi dan bantuan.

Penulis: Amelia Rahima
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *