Mengenal Sholeh-Bobby dan Chaq-Risyad, Calon Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2020

Mengenal Sholeh-Bobby dan Chaq-Risyad, Calon Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2020

Pengumuman verifikasi berkas Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Unair 2020 (Sumber: Akun instagram MPM Unair 2020)

Jumat (16/10), tepat pukul 11.00 WIB pendaftaran pasangan calon (paslon) Ketua-Wakil Ketua BEM Universitas Airlangga (Unair) 2020 telah resmi ditutup. Dalam kurun waktu lima hari, terhitung sejak hari Senin (12/10) sampai Jumat (16/10) tercatat dua paslon sudah mendaftarkan diri, yakni Sholeh-Bobby dan Chaq-Risyad.

Kedua paslon tersebut telah dinyatakan lolos verifikasi pemberkasan oleh PPK. Untuk mengenal lebih dekat bakal calon Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2020, LPM Mercusuar menelusuri rekam jejak organisasi dan latar belakang kedua paslon tersebut.

Moch. Sholeh Pratama & Bobby Tanaya

Dalam rekam jejak organisasi paslon Sholeh-Bobby, keduanya ternyata pernah merasakan duduk di kursi BEM. Sholeh, mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2016 tercatat aktif dalam kepengurusan BEM FIB 2017-2019 dan menjadi Presiden BEM FIB 2019. 

Moch. Sholeh Pratama (Sumber foto: Instagram/@bemfibunair)

Organisasi internal kampus lainnya di antaranya menjadi Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Banyuwangi di Surabaya (KPMBS) 2017, Staf Departemen Pelayanan Publik SKI FIB Unair, dan Staf Kajian Strategis HMD Ilmu Sejarah Unair 2018.

Sementara wakilnya, Bobby Tanaya Gunawan, mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2016, sejak maba telah berkecimpung dalam berbagai organisasi internal kampus. Di antaranya Staf Kementerian Internal BEM FISIP Menteri Sosial dan Politik BEM Unair 2018, dan Ketua HIMA Ilmu Politik.

Bobby Tanaya Gunawan (Sumber foto: Instagram/@bobbytanaya)

Selain aktif di organisasi intra kampus, keduanya juga aktif mengikuti organisasi ekstra kampus. Sholeh-Bobby memiliki latar belakang organisasi ekstra kampus yang berbeda. Sejak maba, Sholeh telah menjadi bagian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sedangkan Bobby tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia-Fakultas Hukum (GMNI-FH). 

Pencalonan keduanya dalam kontestasi pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2020 pun diusung oleh PMII dan GMNI-FH. Namun, keduanya tidak menampik jika ada organisasi lain yang akan bergabung dengan koalisi mereka.

“Hingga proses pendaftaran tadi, sementara masih diusung oleh PMII dan GMNI, lainnya masih proses komunikasi politik,” ujar Sholeh kepada Tim LPM Mercusuar, Jumat (16/10). 

Sholeh menyebut jika koalisi keduanya, antara PMII dan GMNI-FH terjalin karena kesamaan visi yang mereka bawa.

“Terkait koalisi, tentunya kesamaan visi itu menjadi alasan dasar,” jawabnya.

Sholeh menyebut keinginannya untuk berkontribusi dan menjadi perpanjangan tangan bagi mahasiswa Unair adalah motivasinya mencalonkan diri. 

“Kalau saya pribadi, ingin membangun solidaritas dan semangat kolektifitas bersama seluruh organisasi mahasiswa dan sivitas akademika yang lain, yang selama ini BEM Unair belum mampu untuk melakukan itu,” imbuh Bobby.

M. Abdul Chaq & M. Risyad Fahhlevi

Paslon berikutnya, ada M. Abdul Chaq dan M. Risyad Pahlevi. Dari penelusuran rekam jejak, keduanya telah aktif ambil andil dalam organisasi sejak maba. Baik organisasi intra maupun ekstra kampus.

Chaq-sapaan akrabnya- merupakan mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2016. Di organisasi internal kampus, dirinya pernah menjabat sebagai Staf Kementerian Kastrat BEM FIB 2017, Ketua Komisi II Aspirasi dan Advokasi BLM FIB 2018, Ketua Umum sebagai BLM FIB 2019, dan yang terakhir sebagai Menko Pergerakan BEM Unair 2019.

M. Abdul Chaq (Sumber foto: Instagram/@mas_chaq)

Begitupun dengan wakilnya, Risyad Fahlevi, yang juga tidak asing lagi dengan atmosfer organisasi. Mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2016 itu mengawali jejaknya dari HIMA Ilmu Politik, SKI FISIP, BEM FISIP, BEM Unair hingga menjadi Ketua BEM FISIP 2019.

Keduanya pun aktif berkegiatan di organisasi ekstra kampus. Sejak semester awal, Chaq tergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pusat STIGMA. Sementara Risyad di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP dan aktif melakukan pengabdian di Sekolah Bung Karno.

M. Risyad Fahlevi (Sumber foto: Instagram/@risyadfahlefi_)

Ditanya perihal pengusung, Chaq menyebut kubunya diisi orang-orang kritis dan inklusif dari berbagai latar organisasi. 

“Ada dari HMI, GMNI, IMM, dan organisasi lain yang tersebar di kampus A, B, dan C. Bahkan, ada juga yang tidak ber-ormek. Sebab kita dipertemukan dalam satu tarikan nafas yang sama, yaitu membawa BEM Unair ke arah yang lebih baik,” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApps, Jumat (16/10). 

“Adanya pengusung bukan berarti lantas tidak ada independensi, ini saya garis bawahi,” tambah Risyad menegaskan.

Hal itu disebut Risyad justru sebagai support system bagi pemikiran, gagasan, visi dan misi mereka. Sehingga dapat membantu pandangan yang semakin terbuka dalam melihat dari berbagai macam sisi.

Menaruh perhatian lebih terhadap persoalan kaderisasi dan pergerakan menjadi salah satu pendorong Chaq mencalonkan diri. Banyak yang perlu diperbaiki, disinkronisasi, serta ditingkatkan kualitasnya, lanjutnya.

“Kalau saya, memutuskan maju karena saya memiliki visi misi dan gagasan mengenai organisasi mahasiswa yang dapat tetap progresif dan mampu bertransformasi dengan kebutuhan zaman. Bahkan, BEM Unair juga sudah saatnya untuk banyak berbicara di kancah nasional dan internasional,” pungkas Risyad menambahkan.

Usai kedua paslon diumumkan lolos tahap verifikasi berkas, sesuai timeline PPK Unair 2020 maka selanjutnya diadakan Technical Meeting (TM). TM akan digelar pada Minggu (18/10) yang berlangsung di Student Center lt. 3 Kampus C Unair.

Penulis: L. Fitriani, Rizqi Akmal Ramadhan
Editor:
L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *