Melalui Sistem Daring, Ospek FISIP Tetap Berlanjut

Melalui Sistem Daring, Ospek FISIP Tetap Berlanjut

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus FISIP pada PKKMB 2019 (Foto: Mercusuar/Risma)

Dilakukan dengan mekanisme daring, Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tetap berlanjut. Kegiatan yang diberi nama United FISIP Orientation (UFO) itu berlangsung sejak awal September hingga Desember akhir dan diadakan di akhir pekan untuk setiap minggu. Dalam pelaksanaannya, persetujuan dan pertimbangan dari Fakultas tetap diperhatikan.

 “Meskipun muncul berbagai keluhan karena akan dilaksanakan hingga Desember, tetapi sebenarnya pelaksanaannya hanya dalam minggu-minggu tertentu saja” tutur Fety Vanda, Ketua UFO 2020 melalui sambungan WhatsApp pada Rabu (23/9).

Terkait penentuan jadwal dan agenda, panitia tetap melakukan koordinasi dengan fakultas untuk menimbang jenis kegiatan agar tidak terlalu memberatkan mahasiswa baru. Apabila dalam pertimbangan itu dirasa memberatkan, maka akan dicari alternatif lain yang lebih sesuai.

Wakil Dekan I FISIP, Prof. Dr. Musta’in, M.Si. mengatakan, meskipun melalui mekanisme daring, pelaksanaan UFO diharapkan dapat menambah wawasan mengenai sistem akademik kampus dan adaptasi kehidupan kampus. Selain itu, juga menjadi ajang bertegur sapa antar mahasiswa baru.

“Hal ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan tanpa adanya kekerasan dalam bentuk apapun, baik psikis, emosional maupun simbol kekerasan lain,”

Seluruh kegiatan disusun secara terprogram atas persetujuan Fakultas. Termasuk beban yang diberikan kepada mahasiswa baru, dikoreksi dan disesuaikan atas kesanggupan dan dengan batas kewajaran di masa pandemi.

“Panitia melakukan sounding dengan dekanat. Apabila dari hasil diskusi terdapat beberapa kegiatan yang semula dinilai kurang proporsional dan tak sesuai dengan situasi pandemi dan memberatkan, maka akan dicari alternatif lain,” jelasnya pada Sabtu (3/10) ketika dihubungi oleh Lpm Mercusuar.

Selain itu, anggaran dana yang digunakan untuk pelaksanaan ospek juga telah digelontorkan fakultas. “Karena terprogram, dan program kemahasiswa ada dana (RKAT), pasti didanai secara proporsional,” sebutnya.

Ospek yang dilangsungkan secara daring dan berlangsung hingga Desember itu, disebut Reza, salah seorang mahasiswa baru Jurusan Ilmu Administrasi Negara cukup menyenangkan, hal itu lantaran pemilihan materi cukup sesuai dan kegiatan berjalan interaktif.

“Kalau saya sendiri merasa tidak keberatan ya, kalau acaranya sesuai ekspektasi kaya kemarin. Justru senang,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan Reza, Vanya, mahasiswa baru Jurusan Ilmu Komunikasi merasakan pelaksanaan ospek dengan sistem daring dirasa kurang maksimal.

“Enak, sebenernya lebih fleksibel, tapi euforianya jadi nggak dapet,”

Masih dalam satu rangkaian agenda UFO, Fety mengungkap sulitnya menentukan tema untuk acara seminar daring, sebab menurutnya, mahasiswa baru cenderung merasa jenuh karena sudah melaksanakan seluruh agenda PKKMB dan perkuliahan secara daring.

“Jangankan materi UFO, terkadang materi kuliah yang lebih penting dan utama saja banyak bingungnya, apalagi ospek online. Tetapi setidaknya kami usahakan supaya acaranya tidak membosankan bagi mahasiswa baru,” pungkas Fety.

Penulis: Tata Ferliana
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *