Unair Rencanakan Bangun Food Court, Dirsarpras Pastikan Penjual dan Mahasiswa Terwadahi

Unair Rencanakan Bangun Food Court, Dirsarpras Pastikan Penjual dan Mahasiswa Terwadahi

(Sumber gambar: idntimes/FardahZahara)

Sejumlah kantin di kampus B Universitas Airlangga (Unair) akan dipindahkan ke gedung baru di sisi kanan tempat parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pemindahan tersebut terkait dengan rencana pembangunan food court.

“Nanti kantin FIB, kantin FISIP, dan kantin Pinlabs kita jadikan satu. Lokasinya di lantai nomor 2 gedung yang sudah dibangun. Jadi posisi yang bawah untuk parkir motor, sedangkan lantai satu sedikit ke atas itu untuk food court,” jelas Karnaji S.Sos., M.Si. saat dihubungi LPM Mercusuar, Jumat (2/10).

Direktur Sarana dan Prasarana (Dirsarpras) Unair itu menyebut seluruh penjual kantin lama tetap bisa berjualan di tempat baru dengan rencana penerapan sistem keuntungan bagi hasil.

“Prinsipnya, semua terwadahi, sehingga semua penjual yang dari kantin lama itu dipastikan memiliki kesempatan untuk berjualan di lokasi yang baru,” tuturnya. 

“Kalau ada tenant menyewa tempat juga boleh, Tetapi tetap, semua penjual kantin yang lama akan difasilitasi untuk masuk di kantin yang baru. Dan untuk tempatnya nanti ada kelas eksekutif dan ada yang biasa,” tegasnya kembali.

Terkait harga menu makanan yang dijual di kantin baru, Karnaji menyampaikan agar mahasiswa tidak perlu khawatir lantaran biaya sewa tidak setinggi yang dibayangkan.

“Soal harga, tidak ada perubahan. Supaya nanti tidak menjadi mahal, akan dibuat sistem bagi hasil,” ujarnya.

Meskipun harga menu makanan ditentukan oleh penjual, lanjutnya, namun harus tetap disesuaikan dengan harga normal. Karnaji menyebut biaya sewa tidak akan membebankan penjual. Untuk tahun pertama, biaya sewa tetap akan disesuaikan dengan SK Rektor dan untuk tahun kedua akan dikaji ulang.

“Kita kan bukan usaha bisnis yang profesional, jadi bukan berarti tempatnya bagus biaya sewanya tinggi, tidak. Jangan menyimpulkan dulu, kita harus berpikiran positif,” imbuh dosen Sosiologi itu.

Lebih lanjut, Karnaji menyampaikan perubahan hanya berkaitan dengan pengelolaan manajemen kantin. Nantinya, akan diterapkan mekanisme pemesanan makanan secara daring (e-menu).

“Mekanismenya dengan elektronik, sekarang rencana sistem ini sedang dalam proses persiapan,” ungkapnya.

Pemindahan kantin lama ke lokasi baru itu akan diintegrasikan dengan program pendidikan. Food court akan mulai beroperasi setelah kegiatan perkuliahan berjalan normal (offline) kembali.

Disinggung soal pembongkaran kantin FIB, Karnaji menyebut lokasi tersebut akan dialihfungsikan sebagai ruang terbuka untuk menunjang aktivitas dan kegiatan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa FIB.

“Harapan saya, semua tetap terfasilitasi. Memang perubahan kadang ada gesekan, tapi lama-lama pasti terbiasa. Artinya, tidak ada fungsi yang kemudian hilang. Hanya saja pengelolaannya diperbaiki, supaya tidak kumuh,” pungkasnya.

Penulis: Risma D.
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *