Aliansi Mahasiswa Unair Tuntut Pemotongan UKT Tak Bersyarat Melalui Aksi

Aliansi Mahasiswa Unair Tuntut Pemotongan UKT Tak Bersyarat Melalui Aksi

Massa aksi berhasil mencapai teras Gedung Rektorat Unair setelah sebelumnya tidak diperbolehkan masuk oleh tim keamanan kampus (Mercusuar/Primanda)

Reporter: Primanda Andi Akbar
Editor: Rizma Ammay

Sekitar 70 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unair (AMU) mengadakan aksi dalam rangka menuntut adanya pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tak bersyarat bagi seluruh mahasiswa Unair. Aksi yang berlangsung pada Rabu (29/7) itu bertitik kumpul di Kampus B dan mulai melakukan longmarch menuju kampus C sekitar pukul 10.30 WIB.

Humas aksi, Bobby Tanaya mengungkap alasan diadakannya turun massa lantaran selama pelaksanaan kuliah daring mahasiswa tidak dapat menggunakan fasilitas kampus secara masif, sehingga, dianggap tidak adil apabila UKT dibayarkan seperti biasa tanpa ada pemotongan. “Mahasiswa pun tidak datang ke kampus dan sedikit banyak dari orang tua mahasiswa yang terdampak pandemi, sehingga kami rasa ini tidak adil,” ungkap Bobby.

Meskipun pihak kampus telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait peringanan biaya kuliah, namun, sebagian besar mahasiswa merasa masih kesulitan untuk mengajukan banding UKT, terutama bagi yang terdampak Covid. “Teman saya yang pekerjaan orang tuanya terdampak, kemarin sempat banding UKT juga ditolak. Padahal rektor kemarin bilang, jika ada mahasiswa mengajukan banding dengan alasan yang logis dan meyakinkan maka bisa diterima, tapi ternyata ditolak juga,” ungkap Ersya, salah satu massa aksi.

Terdapat 5 tuntutan yang diajukan AMU dalam aksi turun massa, diantaranya:

1. Turunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekurang-kurangnya 50% tanpa syarat kepada seluruh golongan

2. Adanya transparansi keuangan Universitas Airlangga berupa Rancangan Anggaran Biaya (RAB)

3. Berikan subsidi terkait pelaksanaan kuliah daring kepada mahasiwa/i berupa bantuan kuota internet yang layak selama perkuliahan daring berlangsung

4. Bebaskan biaya UKT bagi mahasiswa akhir

5. Legalisasi 4 tuntutan di atas dalam bentuk penerbitan SK Rektor Unair yang baru mengenai pembiayaan UKT.

Dari kelima tuntutan, satu yang menjadi sorotan pengadaan aksi yakni mengenai pemotongan UKT sebesar 50% bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali dan bebas syarat.  “Tuntutannya itu ada 5, tetapi tuntutan yang paling utama adalah potongan UKT 50% bagi mahasiswa semua golongan tanpa terkecuali dan tanpa syarat,” sebutnya.

Lebih lanjut, apabila pihak kampus tidak menggubris aksi turun massa kali ini, maka AMU akan melakukan langkah lain dengan memberikan tekanan melalui media sosial serta berkonsolidasi dengan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Unair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *