Sidang Pemilihan Ketua PPK BEM Unair 2020 Selesai

Sidang Pemilihan Ketua PPK BEM Unair 2020 Selesai

Ketua PPK Terpilih Menyampaikan Rancangannya Mengenai Struktur Kepengurusan PPK BEM Unair 2020 (Mercusuar/Dewi)

Reporter: Amelia Rahima, Akmal Ramadhan, Baitiyah, Dewi Manjasari, Rizma Ammay

Editor: L. Fitriani

Sidang yang digelar Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Universitas Airlangga (Unair) untuk menentukan ketua Panitia Pemilihan Ketua (PPK) BEM Unair 2020 telah usai. Sidang berakhir pada Jumat malam (13/3) di Aula Student Center, Kampus C setelah mengalami dua kali penundaan.

Berdasarkan hasil voting, Eka Nida’ul Khasanah terpilih menjadi Ketua PPK 2020. Anggota Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dari Fakultas Psikologi itu memperoleh sebanyak 20 suara dari 35 peserta voting.

Sidang sempat mengalami perdebatan sebelum hasil akhir didapatkan. Hal itu dikarenakan salah satu calon Ketua PPK 2020 hendak mengundurkan diri. Namun, sidang kembali dilanjutkan dengan kesepakatan voting 3 calon Ketua PPK BEM 2020, yakni Eka Nida’ul Khasanah, Izzudin Ma’ruf, dan Adnan Guntur.

Pembentukan Struktur Kepengurusan PPK 2020

Usai terpilihnya Eka sebagai Ketua PPK 2020, sidang dilanjutkan dengan agenda pembentukan struktur kepengurusan PPK 2020 yang rencananya akan dipilih secara terbuka melalui forum sidang.

Eka mengatakan bahwa dirinya sudah merancang grand design mengenai struktur PPK 2020. “Nantinya PPK akan memiliki dua orang Steering Committe (Ketua MPM dan Sekjen MPM), tiga orang BPH (ketua, sekretaris, dan bendahara), delapan orang sie acara, delapan orang sie perlengkapan, enam orang sie kesekretariatan (KSK), enam orang sie humas dan perizinan (Humjin), enam orang sie konsumsi, dan enam orang sie publikasi, dokumentasi, dan dekorasi (PDD),” paparnya.

Terkait bendahara, Eka melemparkan pada forum dan disepakati bahwa Bendahara MPM akan menjadi Bendahara PPK.

Sedangkan penentuan Sekretaris PPK yang cukup menyita banyak waktu itu menghasilkan dua usulan nama yaitu Izzudin Ma’ruf dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakhrudin dari Fakultas Hukum (FH).

Keduanya pun akhirnya melakukan lobbying bersama Eka. Namun, belum selesai lobbying, petugas mendatangi lokasi diadakannya sidang MPM lantaran jam peminjaman ruang sudah berakhir. Sidang pun diakhiri pukul 23.04.

Ketika ditemui Tim LPM Mercusuar seusai lobbying, Eka mengatakan bahwa belum ada nama untuk Sekretaris PPK. “Dari sesi lobbying tadi dan karena digupuhi tempatnya mau ditutup, jadi belum ada nama. Kami bertiga sepakat akan berbincan kembali lebih jauh,” tuturnya.

Untuk struktur PPK, lanjutnya, akan dibahas kembali di rapat internal PPK. Ketika ditanya mengenai timeline pemilihan Ketua Bem Unair 2020, ia mengaku sudah memiliki gambaran terkait timeline.

“Kalau gambaran timeline udah ada karena pihak kemahasiswaan juga minta sebelum ramadhan sudah muncul nama dan dilantik. Timeline dari saya hanya gambaran besar, nanti timeline fixnya kalau sudah terbentuk Sie Acara,” pungkas Eka.

Lebih lanjut, Eka mengatakan, untuk informasi terkait Sekretaris terpilih dan struktur kepengurusan Sie PPK BEM Unair 2020 akan diumumkan melalui Official Account MPM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *