Usai Paparkan Visi Misi, Sidang Penentuan Ketua PPK Dihentikan Sementara

Usai Paparkan Visi Misi, Sidang Penentuan Ketua PPK Dihentikan Sementara

Sidang penentuan ketua PPK BEM Unair 2020 yang bertempat di Aula Student Center, Kampus C Unair (MERCUSUAR/Dewi)

Reporter: Amelia Rahima, Rizma Ammay, Dewi Manjasari, Iqbal Yanuar
Editor: Rizma Ammay

Sidang penentuan Panitia Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua (PPK) BEM Unair 2020 kembali digelar pada Rabu malam (4/3) di Aula Student Center, Kampus C Universitas Airlangga (Unair). Seusai ketiga kandidat calon Ketua PPK memaparkan sejumlah visi misi, sidang yang dimulai sejak sore itu dipindahkan dan dilakukan reses atau penghentian sementara. Adanya reses disebabkan lantaran kendala tempat yang melebihi batas waktu peminjaman.

Beberapa visi misi disampaikan oleh ketiga calon dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta sidang. Ketiganya ialah Adnan Guntur dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Eka Nida’ul Khasanah dari Fakultas Psikologi (FPsi) dan Izzudin Ma’ruf dari FIB.

Adnan Guntur, Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menekankan pada perwujudan PPK sebagai kepanitiaan yang bersifat demokratis. Ia menyebut pelaksanaaan proses seleksi calon Presiden dan Wakil Presiden BEM Unair harus dilakukan secara demokratis dengan membangun internal PPK yang koordinatif dan bekerja secara gotong royong. “Selain koordinatif dan gotong royong, PPK di bawah kepemimpinan saya akan lebih kreatif dan inovatif agar dapat meningkatkan kesadaran politik dan antusiasme mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam mengusung visinya Eka Nida’ul Khasanah, anggota DLM Fakultas Psikologi mengatakan akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam penyelenggaraan Pemira demi tercapainya tujuan yang demokratis, menyelenggarakan rapat internal secara berkala agar terjaga mutu kerja PPK yang berbasiskan pada kerja sama tim yang solid.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan meningkatkan partisipasi masyarakat Unair dengan sosialisasi dan mengadakan evaluasi kinerja PPK dengan MPM demi terciptanya budaya check and balances.
“Kami akan mewujudkan panitia Pemilihan Ketua (PPK) Unair sebagai organ penyelenggara Pemira Unair 2020 yang bersifat demokratis, profesional dan terpercaya,” jelasnya.

Garis besar terkait visi misi juga disampaikan Izzudin Ma’ruf, DLM Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Selain menyebut akan merekatkan upaya peningkatan mutu panitia penyelenggara, ia juga akan berfokus pada penjaminan mutu calon-calon Ketua BEM Unair 2020.

“Yang pertama, merekatkan pada peningkatan mutu dari calon, terutama dari panitia itu sendiri. Yang kedua meningkatkan fungsi dari penjamin mutu. Jadi, nanti ada empat sub koordinator, ada koor penjaminan mutu yang berfokus pada kualitas calon-calon, terutama persyaratan fit and proper test dan lain sebagainya,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan telah menyusun timeline dan persiapan terkait pendaftaran.
“Saya sudah menyusun timelinenya, terutama mengenai kapan waktu pendaftaran dan sebagainya. Soalnya dari kemahasiswaan, pada minggu ketiga April harus ada nama-nama calon. Sehingga minggu depan kita langsung kerja, kalau andai kata saya jadi,” pungkasnya.

Sidang penentuan Ketua PPK BEM Unair 2020 yang sempat tertunda akan kembali dilangsungkan pada waktu yang belum ditentukan oleh Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *