Pemeriksaan STNK Hingga Jam Malam, Petugas Keamanan: Itu Instruksi Pimpinan

Pemeriksaan STNK Hingga Jam Malam, Petugas Keamanan: Itu Instruksi Pimpinan

Petugas keamanan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara sepeda motor yang hendak keluar melalui pintu keluar sisi barat Kampus B Unair pada Jumat siang (20/12). (Dokumen pribadi Mercusuar)

Reporter:  Rizma Ammay dan L. Fitriani

Editor:  L. Fitriani

Pemeriksaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan bukti identitas lain mulai diterapkan di kampus B, Unair sejak Rabu (18/12). Keamanan kampus menjadi alasan di balik pemberlakuan sistem pengamanan tersebut. Komandan Peleton (Danton) Keamanan kampus B, Unair menyebut hal itu merupakan instruksi dari pimpinan.

“Itu instruksi dari pimpinan. Pusat menginstruksikan supaya diadakan pemeriksaan STNK di tiap kampus, A, B, dan C,” ungkap Dwi Aromah.

Instruksi pemeriksaan STNK dan bukti identitas lain itu disampaikan pihak pusat kepada sub bagian keamanan di tiap kampus secara lisan. “Bukan surat resmi, tapi instruksi resmi secara lisan dari pimpinan, melalui whatsapp  juga disampaikan,” imbuhnya.

Menurut Dwi, pemeriksaan dilakukan dengan selektif, artinya tidak semua pengendara yang keluar harus diperiksa. “Pemeriksaan kita secara selektif, tidak semua ojek online diperiksa, tidak semua mahasiswa harus diperiksa, masa mbak-mbak kerudungan atau ibu-ibu dicurigai maling, kan tidak harus semuanya,” terangnya.

“Kalau ojek online pun kita juga bisa memilah, artinya kita menganalisa. Mana yang patut dan mana yang tidak untuk dicurigai itu keamanan yang menguasai. Kalau tendik atau dosen yang kita kenal, kan sudah tahu,” tambah Dwi.

Terkait mekanisme pemeriksaan yang tidak pasti, Dwi menyebut keterbatasan personel menjadi kendala. “Perbedaan waktu pemeriksaan antara di pintu masuk depan dengan yang samping itu disebabkan kebutuhan personel kita yang terbatas. Jadi, itu bergantian. Tapi intinya sama, pemeriksaan di pos barat maupun di pos timur dari pagi sampai jam 10 malam,” jelasnya.

Penerapan Jam Malam

Menanggapi desas-desus penerapan jam malam di kampus, Dwi tidak menyebut secara pasti perihal waktu penutupan jalan masuk kampus saat malam, hanya saja mahasiswa harus meminta izin kepada pihak keamanan kampus ketika mengadakan kegiatan di malam hari.

“Silakan, kalau ada kegiatan kampus di malam hari. Kita tidak ada pencegahan, tidak ada yang menghambat kegiatan adik-adik  mahasiswa sepanjang itu ada kegiatan, diskusi misalnya. Tapi kalau sekadar cangkruk, ya mohon maaf,” tegasnya.

Petugas kemanan, lanjut Dwi, berhak mengantisipasi segala sesuatu yang berkaitan dengan tindak kejahatan di dalam kampus.

“Seperti waktu itu ada tawuran di depan Fakultas Hukum, nah itu siapa yang bertanggung jawab kalau kita tidak melakukan upaya-upaya seperti ini,” tukasnya.

Ditanya perihal legalitas secara formal dan tertulisnya kebijakan pemberlakuan sistem keamanan kampus, Dwi menjelaskan pihaknya hanya menerima instruksi yang wajib dilaksanakan, meskipun tidak tertulis. Menurutnya, instruksi yang diterima sudah jelas dan tidak perlu dipertanyakan.

“Beberapa waktu lalu juga ada mahasiswa FISIP yang menanyakan surat tugas dari pimpinan, surat untuk apa? yang namanya perintah dari pimpinan itu bisa tertulis dan tidak tertulis, secara lisan. Peraturan itu juga persoalan etika dan moral, bukan tertulis dan tidak tertulis,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa itu semua untuk pencegahan demi terciptanya keamaan di kampus B.

“Kita melakukan antisipasi dan mencatat kegiatan adik-adik mahasiswa di malam hari karena kampus itu ada yang menjaga dan yang menjaga itu harus tau apa yang dijaga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *