Dongeng Kekhawatiran

Dongeng Kekhawatiran

credit: Shutterstock

Oleh: Tiyafauzi

(1)
Seorang wanita mengulurkan tangannya
‘Jangan lakukan,’ kata si pria,
‘jika akhirnya kau akan pergi,
lakukan itu hanya ketika
bahkan kematian menggapaimu adalah matahari sebesar bulan.’

(2)
Sang wanita kian mendekat
‘Selama aku berdiri
dengan dua kaki ini,
aku manusia,’ katanya,
‘yang kuperlu adalah dua kakimu dan dua tanganmu–
tubuhmu dan jiwamu,
untuk lari bersama dari jangkauan kematian.’

(3)
Pria itu menyeringai
‘Yang kutahu kautahu,’ katanya,
‘bahwa tempat sembunyimu dapat pulalah kematianmu.’

(4)
Sang wanita menggenggam erat pria itu
‘Maka kau akan senang,
matahari betul-betul sebesar bulan kala itu.’

(5)
Selamanya,
untuk mereka,
matahari menjadi seukuran bulan.

Surabaya, Desember ’18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *