Melalui Kompas TV Ketua BEM Unair Setujui Dialog Presiden-Mahasiswa Digelar Terbuka

Melalui Kompas TV Ketua BEM Unair Setujui Dialog Presiden-Mahasiswa Digelar Terbuka

Agung Tri Putra, Ketua BEM Unair 2019 saat lakukan orasi di depan gedung DPRD Jatim pada Kamis (26/9). (Sumber: fakta.news)

Reporter : Rizma Ammay
Editor : Lailatul Fitriani

Agung Tri Putra, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair 2019 menyatakan setuju dengan wacana dialog terbuka antara Presiden Joko Widodo dengan mahasiswa. Hal itu disampaikannya di studio Kompas TV Surabaya yang terhubung dengan siaran langsung Kompas TV Jakarta pada Sabtu sore (28/9).

Agung mengaku setuju dengan ajakan presiden untuk bertemu dengan mahasiswa terkait penolakan revisi UU KPK, RKUHP, dan beberapa tuntutan lain yang sedang diperjuangkan masyarakat Indonesia. Namun, ia tidak setuju apabila pertemuan itu dilakukan secara tertutup.

Ia menggarisbawahi bahwa pertemuan itu harus dilakukan secara terbuka.

“Dialog itu memang harus ada, tetapi poin kita sepakat dengan teman-teman BEM SI, bahwa dialog itu harus terbuka dan secepatnya. Lalu, poin dari BEM Unair adalah secepatnya, tapi benar-benar membawa narasi lama,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan dari jurnalis terkait pemberitaan media yang menyebut BEM Unair menyesalkan tindakan BEM SI yang menolak pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Agung mengatakan itu hanya masalah diksi.

“Sebenarnya, hanya beda diksi saja. Kita bersatu dengan BEM SI, tidak ada perpecahan. Kita harus menghindari hal-hal yang bersifat ‘belakang’ itu tadi. Kita tidak tahu apa yang terjadi di belakang. Jadi, terbuka harus dilakukan karena Pak Jokowi harus bertanggung jawab atas hal yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, pertemuan yang tidak segera dilakukan dikhawatirkan menimbulkan lebih banyak korban aksi. Ia juga menyebut siap melakukan apapun demi tuntutan yang digaungkan masyarakat Indonesia.

“Jadi, kalau kita menganggap ini hanya merupakan gerakan mahasiswa saja, ini salah besar. Semuanya tergabung. Ini adalah kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, jurnalis juga menanyakan terkait ada tidaknya obrolan, dan pengajuan mengenai pertemuan atau jawaban dari istana, dengan berkelit Agung justru menjelaskan hal lain yang bukan jawaban dari pertanyaan itu. Ia mengatakan bahwa seharusnya presiden merespon dengan baik tuntutan-tuntutan mahasiswa.

“Ketika teman-teman BEM SI kemarin menolak, seharusnya presiden merespon dengan baik tuntutan mereka, yaitu secara terbuka dan maklumatnya terbuka. Dan yang didiskusikan adalah maklumatnya,” jawab mahasiswa FISIP Unair 2015 itu.

Tidak puas dengan jawaban Agung, jurnalis Kompas TV mengulang pertanyaannya. Namun, oleh Agung ditanggapi dengan pernyataan akan terus menekan pemerintah.

“Kita akan selalu menekan pemerintah. Kita siap untuk itu karena ini merupakan darurat hukum. Beberapa RUU belum diselesaikan dan sebagainya,” serunya.

Ia menambahkan, apabila Presiden Joko Widodo memiliki legitimasi, seharusnya memilih terbuka dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau Bapak Jokowi memiliki legitimasi, seharusnya terbuka dengan teman-teman mahasiswa, sipil, dan masyarakat luas, juga terbuka pada media,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Agung pertemuan  sebaiknya dilakukan di luar istana. “Dan kalau bisa di luar istana. Bersama mahasiswa, dan elemen masyarakat. Pak Jokowi harusnya sadar akan hal itu,” imbuhnya.

Menurutnya, jika pertemuan dilakukan secara tertutup, pertemuan yang sesungguhnya tidak akan terjadi. Ketidakpercayaan Agung pada dialog tertutup disebabkan oleh pengalaman lama bangsa Indonesia.

“Kita berhak suudzon atas negeri ini, dengan contoh nyata RUU KUHP dan pengesahan UU KPK yang dilakukan secara kilat pasca 20 tahun reformasi. Hal yang perlu dilakukan adalah kita demonstrasi lagi. Kita kawal ini,” sambung Agung.

Agung pun berharap mahasiswa tidak bersedia  mendatangi pertemuan yang sengaja dilangsungkan tertutup.

Sesi wawancara ditutup oleh jurnalis Kompas TV dengan harapan wacana yang digaungkan Agung beserta BEM SI terkait dialog terbuka dengan presiden dapat segera terlaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *