PENADAH SAMPAH

PENADAH SAMPAH

Credit: Steemit/evan.geber

Penulis: Annisa Fitriani

Peluhku berjatuhan, beriringan dengan derasnya hujan malam
Menusuk jantung, dinginnya memancarkan pijar kesunyian
Penat kurasa, namun tak jua menemukan apa yang ku damba
Kecilku tak kan berubah menjadi dewa, yang berada dalam cawan abiseka
Ku kais rempah sisa orang kaya
Tak tajam lagi penciumanku, pudar dihembus angin berbulu
Kaumku masih membutuhkan sampahmu
Ah, akan tetap ku nanti.. hasil pembuanganmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *