Safari Kampus di FEB, Muncul Pertanyaan Fungsi Safari Kampus

Safari Kampus di FEB, Muncul Pertanyaan Fungsi Safari Kampus

Safari Kampus hari pertama di Corner FEB, Rabu (13/3). FEB merupakan fakultas kedua yang dikunjungi kedua paslon setelah sebelumnya Safari Kampus berlangsung di FISIP (MERCUSUAR/Annisa Fitriani)

Reporter: Lailatul Fitriani dan Annisa Fitriani
Editor: M. Faisal Javier Anwar

Muncul pertanyaan yang cukup menyita perhatian pada sesi tanya jawab safari kampus di FEB, Selasa (13/3) siang. Salah satu mahasiswa FEB bernama Damar menanyakan fungsi safari kampus sebab mahasiswa Unair sendiri tidak bisa memilih ketua dan wakil BEM Unair.

“Ini kan safari kampus tiap tahun diadakan. Lalu sebenarnya apa fungsi safari kampus kalau mahasiswa biasa tidak bisa memilih sendiri ketua yang diinginkan?” tanyanya.

Kedua paslon pun sama-sama menjawab melalui program unggulan mereka, dan nantinya akan membicarakan lebih lanjut dengan DLM sekiranya diadakan jaring aspirasi terkait demokrasi kampus seperti apa yang diinginkan mahasiswa.

“Ada program unggulan kami, Nanti Kita Cerita tentang Airlangga yaitu forum dimana kita turun ke bawah, ngobrol bareng apa yang diinginkan mahasiswa,” ujar Fahmi, calon Wakil Ketua BEM Unair nomor urut 1.

“Melakukan koordinasi dengan DLM dan ormawa supaya bisa tergantikan menjadi one man one vote itu prioritas kami. Jadi kami hadir untuk mengubah,” tambah Vigo.

Tak jauh berbeda, paslon nomor urut 2 dengan program unggulannya, Kawal Demokrasi mengajak untuk bersuara dan bergerak bersama.

“Melalui program kita, Kawal Demokrasi. Jadi tujuannya kita bersuara bersama. Bukan saya menjadi pemimpin untuk mengubah ini. Tapi kita bergerak bersama menggunakan program-program yang ada, menggunakan elemen-elemen yang ada. Jadi teman-teman DLM nanti bisa berjalan bersama untuk mewujudkannya,” terang Agung, calon Ketua BEM Unair nomor urut 2.

Terkait hal ini, Deni selaku PPK menyebut melalui safari kampus mahasiswa diharapkan bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan paslon. Mahasiswa juga dapat menyampaikan aspirasinya pada DLM per fakultas yang nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan pada sidang penentuan Ketua-Wakil Ketua BEM.

Menanggapi hal tersebut, Dani, mahasiswa jurusan Manajemen yang hadir mengaku setuju apabila kedua calon akan mengusahakan sistem one man one vote. “Untuk apa melakukan safari kampus tapi ujung-ujungnya tidak ada pemilihan secara langsung. Yang milih bukan kita ngapain mereka menyampaikan ke kita,” ujarnya

Sedangkan perihal janji-janji yang ditawarkan, Dani menyebut janji tiap-tiap paslon sudah realistis. “Mereka pasti bikin janji-janji tidak asal jadi. Pasti ada proses dengan tim mereka atau mereka melihat kendala-kendala yang ada. Nggak terlalu tinggi dan ngga terlalu rendah. Realistislah. Menyasar permasalahan yang ada dan coba mereka selesaikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *